Bawa Senjata Api Saat Menagih Utang, Dua Pria Ditangkap Polisi

Bawa Senjata Api Saat Menagih Utang, Dua Pria Ditangkap Polisi di Polres Lhokseumawe

Bawa Senjata Api Saat Menagih Utang, Dua Pria Ditangkap Polisi
KOMPAS.com/MASRIADI
Polisi memperlihatkan barang bukti dan tersangka dari penagih hutang di Mapolres Lhokseumawe, Sabtu (2/2/2019). 

Bawa Senjata Api Saat Menagih Utang, Dua Pria Ditangkap Polisi

POS-KUPANG.COM | LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe mengungkapkan, dua pria yang ditangkap dengan senjata api ternyata bekerja sebagai penagih hutang alias debt collector. Senjata api tersebut dirakit sendiri oleh pelaku.

Kepala Bagian Operasi Polres Lhokseumawe, Kompol Ahzan, Minggu (3/2/2019) menyebutkan, kedua tersangka yang ditangkap yaitu S (30) warga Kabupaten Aceh Jaya dan M (36) warga Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara.

"Menurut kedua tersangka ini, mereka mau ke pedalaman Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Menemui seseorang untuk menagih utang. Nah, kami sekarang dalami siapa pemberi intruksi untuk menagih utang itu," kata Kompol Ahzan.

Walau Dikawal Aparat Hukum, Pria Ini Melawan Para Penebang Kayu Sendirian, Ini yang Dilakukannya

Dia menyebutkan, senjata api rakitan itu digunakan untuk menakut-nakuti sehingga utang dibayar. Atas jasa menagih utang itu, kedua tersangka menerima bayaran.

"Mereka totalnya berempat. Dua kabur saat dihentikan oleh warga Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Keduanya juga terus kami buru sampai ketemu," ungkap Ahzan.

Pelajar SMP Nikahi Anak SD Sudah Viral di Media Sosial, Ternyata Begini Alasan Keluarganya

Dia menyebutkan, tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat 1 UU No 12/1952 tentang senjata api junto pasal 333 dan 55 KUHPidana.

Praktik menagih hutang dengan senjata api itu, sambung Ahzan dipastikan akan diusut tuntas. "Barang bukti yang kami temukan ada kwitansi hutang tertulis Rp 11 juta. Tiga senjata itu yakni satu laras panjang rakitan, satu pistol soft gun dan satu pucuk korek api berbentuk korek, dan 47 butir amunis jenis AK," katanya.

Sebelumnya diberitakan, dua hari lalu warga yang sedang jaga malam Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, menangkap dua pria dengan senjata api.

Keduanya lalu diserahkan ke Polsek Muara Satu seterusnya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Prada Laode Majid, Prajurit TNI yang mengalami luka tembak saat diserang kelompok kriminal bersenjata di Distrik Mapenduma, Nduga, Papua telah dievakuasi ke RSUD Mimika Jumat (1/2/2019) siang.

Sebelumnya, evakuasi korban pada Kamis (31/1/2019) kemarin sempat tertunda akibat cuaca berkabut di Mapenduma sehingga evakuasi baru dapat dilakukan Jumat (1/2/2019) pagi.

Korban yang merupakan Prajurit TNI dari Satuan Yonif 751 Vira Jaya Sakti dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Darat dari Nduga ke Timika.

Korban tiba di RSUD Mimika untuk menjalani perawatan medis akibat luka tembak di bagian bahu kanan saat kontak senjata antara prajurit TNI dan kelompok kriminal bersenjata pada Kamis (31/1/2019) kemarin. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved