Berita Sikka Terkini

Angin Porak Porandakan Tanaman dan Rumah  di Desa Napugera

Angin kencang yang melanda Desa Napugera di Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT.

Angin Porak Porandakan Tanaman dan Rumah  di Desa Napugera
pos-kupang.com
Rumah yang roboh akibat angin puting beliung 

Laporan  wartawan  pos-kupang.com, eginius  mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE -  Angin kencang  yang melanda  Desa Napugera di  Kecamatan  Mego, Kabupaten  Sikka,  Pulau   Flores, NTT.

Selama sepekan Minggu  (25/1/2019) sampai Jumat, (1/2/2019)  memporakporandakan tanaman perdagangan dan palawija (padi,  jagung dan umbi-umbian).

Kerusakan  tanaman ini berpotensi  terjadi gagal panen dalam musim  panen 2019 diderita separuh dari 153 kepala keluarga   petani  lahan kering  mendiami   desa  itu. 

Tokoh adat Desa Napugera,  Marselinus Lewe mengatakan, selain tanaman, atap beberapa rumah warga juga  diterbangkan angin.

BREAKING NEWS: Warga Turekisa Bajawa Ditemukan Tewas di Kebun Maladhena

Keren! WhatsApp Bisa Dikunci Pakai Wajah dan Sidik Jari, Begini Caranya!

Jimin BTS Jatuh Pingsan Gara-Gara Diet, Ini 11 Idol KPop yang Mencoba Lakukan Diet Berbahaya

BREAKING NEWS: Pelajar di Manggarai Ini Tabrak Kakek Pejalan Kaki Hingga Meninggal Dunia

Ia menyayangkan sikap  lamban  pemerintah desa  merespon  musibah yang menimpa warganya. Sampai   hari ini, pemerintah  desa tidak  mendata dan melaporkan musibah ini kepada   pemerintah   kecamatan dan kabupaten.

“Kami harus  siap  hadapi gagal panen  dan  kelaparan. Setiap tahun Desa Napugera terkena bencana angin, karena  letak    desai ini  berada   pada ketinggian,”  kata Lewe,  Senin  petang.

Ia mengatakan, harapan petani satu-satunya dari hasil kebun. ”Ketika  angin kencang, gagal  panen,  kami  akan alami  kelaparan," ujar Lewe.

Camat  Mego, Petrus Digabari Fernandez, S.H  (kemeja putih) berada di lokasi longsor di Kampung Ri’i  Pua’a, Desa Bhere, pada ruas jalan nasional Maumere-Ende di Pulau Flores, Provinsi NTT.
Camat Mego, Petrus Digabari Fernandez, S.H (kemeja putih) berada di lokasi longsor di Kampung Ri’i Pua’a, Desa Bhere, pada ruas jalan nasional Maumere-Ende di Pulau Flores, Provinsi NTT. (pos-kupang.com)

Camat Mego Petrus Digabari Fernandez SH mengatakan, segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat memantau dan mendata kerusakan tanaman  dan  rumah milik warga.

Hasil  pendataan akan dikoordinasikan dengan organisasi  pemerintahan terkait di  kabupaten.

"Saya akan panggil Kades Napugera untuk percepat data agar penanganan lebih cepat,"  ujarnya. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved