Sepeda Motor Beat dan Sperma Jadi Petunjuk Pengungkapan Kasus Pembunuhan Mahasiswi

Sepeda Motor Beat dan Sperma Jadi Petunjuk Pengungkapan Kasus Pembunuhan Mahasiswi

Sepeda Motor Beat dan Sperma Jadi Petunjuk Pengungkapan Kasus Pembunuhan Mahasiswi
KOMPAS.com/ISTIMEWA
Jenazah FR (20) mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang, saat ditemukan tewas di Dusun IV Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. 

Sepeda Motor Beat dan Sperma Jadi Petunjuk Pengungkapan Kasus Pembunuhan Mahasiswi

POS-KUPANG.COM | PALEMBANG - Upuzan (34) warga Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap FR (20), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kini sudah ditangkap oleh jajaran Polres setempat.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain mengatakan, kasus itu terungkap setelah petugas mendapatkan motor korban jenis Honda Beat warna putih dengan plat nomor BG 3745 KAE yang dibawa kabur pelaku.

"Kami mendapatkan informasi dari saksi, jika motor korban sempat dibawa pelaku. Langsung kami selidiki tetapi pelaku mengelak," kata Zulkarnain di Mapolda Sumsel, Sabtu (2/2/2019).

Mahasiswi Ini Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Muara Enim, Ini Motif Pembunuhan Korban

Setelah dilakukan tes DNA dari sperma yang ditemukan di tubuh korban, tim medis memastikan jika itu adalah milik pelaku.

"Pelaku tak bisa menyangkal lagi dan akhirnya mengaku jika sudah membunuh korban," ujarnya.

Gunung Karangetang Keluarkan Asap, Ini Penjelasan Petugas Pos Pengamatan, Yudia Prama Tatipang

Dari pengakuan Upuzan, ia nekat membunuh korban lantaran aksi pembegalannya terbongkar oleh FR. Sebab, FR melakukan perlawanan sehingga sebo yang digunakan oleh Upuzan pun lepas.

Karena ketakutan, pelaku langsung menghajar korban dan membawanya ke semak-semak. "Ketika di semak-semak, pelaku memperkosa korban selanjutnya dibunuh. Pelaku ternyata juga adalah residivis dengan kasus yang sama dan pernah mendekam di Nusakambangan," jelas Kapolda Sumsel.

Diberitakan sebelumnya, FR ditemukan tewas dengan kondisi tanpa mengenakan busana dengan mulut dan tangan terikat oleh pakaiannya sendiri, tak jauh dari kediamannya di Dusun IV Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Sebelum ditemukan tewas, korban awalnya hendak pulang ke rumah setelah mengantarkan ibunya ke sawah. Namun, hingga sore hari FR tak kunjung pulang.

Saat pihak keluarga mencari korban, FR pun akhirnya ditemukan dengan kondisi tewas. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved