Berita Internasional

Ratu Elizabeth II akan dievakuasi bila terjadi kerusuhan Brexit

pejabat Inggris telah mengaktifkan kembali rencana darurat era Perang Dingin untuk memindahkan keluarga kerajaan bila terjadi kerusuhan di Londo

Ratu Elizabeth II akan dievakuasi bila terjadi kerusuhan Brexit
(ANTARA FOTO/REUTERS/Phil Noble)
Ratu Inggris Elizabeth II memperhatikan Takhta Besi saat ia bertemu para aktor di lokasi pengambilan gambar serial televisi Game of Thrones di Titanic Quarter, Belfast, Irlandia Utara, Selasa (24/6). 

POS KUPANG.COM - - Para pejabat Inggris telah mengaktifkan kembali rencana darurat era Perang Dingin untuk memindahkan keluarga kerajaan bila terjadi kerusuhan di London, lapor dua surat kabar yang terbit pada Minggu.

Langkah itu diambil bila proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (EU) atau Brexit mengalami kendala.

"Langkah darurat ini telah ada sejak era Perang Dingin, namun saat ini ditujukan dalam keadaan kekacauan sipil setelah Brexit yang tidak menghasilkan kesepakatan," kata Sunday Times. Harian itu mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya dari Kantor Kabinet yang menangani masalah-masalah sensitif pemerintahan.

Harian Mail on Sunday pada Minggu juga mengatakan pihaknya mendengar beberapa rencana untuk memindahkan keluarga kerajaan, termasuk Ratu Elizabeth II, ke sejumlah lokasi aman yang jauh dari London.

Pemerintah Inggris tengah berjuang untuk mendapatkan dukungan parlemen untuk menyetujui kesepakatan transisi dengan EU sebelum batas waktu Brexit pada 29 Maret mendatang.

Begini Terobosan Disdukcapil TTS Mempercepat Perekaman e-KTP

Prediksi Manchester City vs Arsenal, Kedua Tim Wajib Menang Minggu, 3 Februari

Pada saat yang sama, pemerintah dan pelaku bisnis juga menyiapkan rencana cadangan bila Brexit tidak menghasilkan kesepakatan.

Kelompok-kelompok bisnis telah memperingatakan kerusuhan kemungkinan akan terjadi bila terjadi penundaan panjang terhadap impor EU akibat pemeriksaan baru bea cukai. Mereka juga memperingatkan kemungkinan kelangkaan pangan dan obat-obatan.

Pidato tahunan Ratu, yang berusia 92 tahun tersebut, kepada organisasi-organisasi perempuan setempat pada bulan lalu secara luas dianggap sebagai seruan bagi para politikus untuk mencapai kesepakatan Brexit.

Legislator pendukung Brexit Jacob Rees-Mogg mengatakan kepada Mail on Sunday bahwa penerapan rencana itu menunjukkan kepanikan yang tidak perlu oleh para pejabat terkait Brexit yang tidak menghasilkan kesepakatan. Dia mengatakan keluarga kerajaan sebelumnya tetap tinggal di London saat pengeboman Perang Dunia II.

Tapi, Sunday Times mengatakan seorang mantan perwira kepolisian yang ditugaskan mengawal keluarga kerajaan, Dai Davies, memperkirakan Ratu Elizabeth II akan dipindakan ke luar London jika terjadi kerusuhan.

"Jika terjadi masalah di London, sudah pasti Anda akan memindahkan keluarga kerajaan menjauh dari lokasi-lokasi penting itu," kata Davies, yang dikutip media tersebut. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved