Presiden Joko Widodo Diminta Batalkan Pemberian Remisi Narapidana Kasus Pembunuhan Susrama

Presiden Joko Widodo Diminta Batalkan Pemberian Remisi Narapidana Kasus Pembunuhan Susrama

Presiden Joko Widodo Diminta Batalkan Pemberian Remisi Narapidana Kasus Pembunuhan Susrama
CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com
Koalisi massa yang diikuti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pers, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Forum Pers Mahasiswa Jakarta (FPMJ) menggelar aksi menolak pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama di Taman Aspirasi Monas, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2019). 

Presiden Joko Widodo Diminta Batalkan Pemberian Remisi Narapidana Kasus Pembunuhan Susrama

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menerima surat dari para jurnalis di Bali. Surat tersebut berisi permintaan agar Presiden Joko Widodo membatalkan remisi terhadap narapidana kasus pembunuhan, I Nyoman Susrama.

Selanjutnya, Utami akan menyerahkan surat tersebut kepada Jokowi untuk dipertimbangkan lebih lanjut.

"Saya baru selesai bertemu teman-teman jurnalis di Bali dan membawa surat permohonan mereka untuk Bapak Presiden, agar remisi untuk I Nyoman Susrama dibatalkan," ujar Utami kepada Kompas.com, Sabtu (2/2/2019).

Sukses Menasionalisasi Tambang Minyak dan Gas, Ini Permintaan Jokowi kepada Lulusan Pertambangan

Utami mengatakan, tim Kementerian Hukum dan HAM saat ini tengah fokus mengkaji pemberian remisi untuk dalang kasus pembunuhan salah satu jurnalis di Bali tersebut. Remisi adalah hak narapidana yang telah sesuai ketentuan. Keringanan hukuman menjadi satu-satunya jalan narapidana untuk cepat bebas.

Ketika narapidana di dalam penjara berkelakuan baik dan mengikuti pembinaan, maka ia berhak mendapatkan pengurangan masa hukuman.

Dipersoalkan Para Politikus karena Main Sama Cucunya Jan Ethes Srinarendra, Begini Reaksi Jokowi

Pemberian remisi diatur di dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 174 tahun 1999. Dalam beleid itu, remisi harus mengedepankan asas kepastian, kemanfaatan, dan keadilan.

Susrama divonis terbukti menjadi dalang pembunuhan jurnalis, dengan hukuman seumur hidup. Ia telah menjalani hukuman hampir 10 tahun dan memperoleh pengurangan masa hukuman. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved