Bom Bunuh Diri di Filipina

Terungkap, Tujuan Pasutri Asal Indonesia Lakukan Bom Bunuh Diri di Gereja Katolik Filipina

Terungkap, tujuan pasangan suami istri atau pasutri asal Indonesia lakukan bom bunuh diri di Gereja Katolik di Pulau Jolo Filipina.

Terungkap, Tujuan Pasutri Asal Indonesia Lakukan Bom Bunuh Diri di Gereja Katolik Filipina
AFP/NICKEE BUTLANGAN
Polisi dan tentara berdiri di luar gereja yang terkena bom di Jolo, provinsi Sulu di pulau selatan Mindanao, Filipina, Minggu (27/1/2019). 

 Tim yang menyelidiki serangan bom di sebuah katedral di Pulau Jolo, wilayah selatan Filipina menyebut tersangka utama adalah sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Abu Sayyaf.

Pemerintah Filipina mengatakan, Ajang-Ajang sebuah faksi kecil diyakini melakukan serangan ini sebagai bentuk balas dendam.

"Tahun lalu pemimpin mereka tewas. Banyak laporan yang menyebut mereka berencana untuk membalas," ujar juru bicara militer regional Letkol Gerry Besana.

"Kami melihat mereka dari rekaman CCTV. Pelaku adalah saudara dari sang pemimpin yang tewas," tambah Besana.

"Dia terlihat bersama dua orang anggota lain Ajang-Ajang," lanjut Besana.

Militer mengatakan, kelompok ini beranggotaan keluarga anggota Abu Sayyaf yang tewas dalam bentrokan dengan pemerintah.

"Ada operasi besar-besara terhadap mereka (Ajang-Ajang). Kelompok ini sudah berubah menjadi kelompok pembalas dendam," kata Rommel Banlaoi, ketua Institut Riset Perdamaian, Kekerasan, dan Terorisme Filipina.

Meski Abu Sayyaf menyatakan sumpah setia kepada ISIS tetapi hal itu tak otomatis berlaku bagi anggota Ajang-Ajang.

Sopir Bemo Perkosa Siswi SD, Ibu Korban Ungkap Perubahan Sikap Sang Anak: Dia Trauma dan Ketakutan

Usai Temani Supir Cari Penumpang, Siswi SD Diperkosa, Ini Pengakuan Korban Terbaru

"Tak semua anggota Ajang-Ajang mendukung ISIS, tetapi mereka semua anggota Abu Sayyaf. Mereka tidak terafiliasi dengan ISIS," ujar Banlaoi.

Sebelumnya, ISIS, lewat komunike resmi, mengatakan dua pengebom bunuh diri beraksi di katedral tersebut.

Namun, militer Filipina menyebut, bom kedua ditaruh di sebuah kotak peralatan di sebuah sepeda motor di area parkir katedral.

Polisi yakin bom kedua itu diaktifkan dari jarak jauh tetapi tidak memberi penjelasan lebih lanjut. (Kompas.com)

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved