Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Belu Rusak Diterjang Banjir

Dari hasil laporan sementara diperkirakan puluhan hektar lahan pertanian di Belu rusak diterjang banjir

Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Belu Rusak Diterjang Banjir
POS-KUPANG.COM/TENY JEHANAS
Bupati Kabupaten Belu Willy Lay 

Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Belu Rusak Diterjang Banjir

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA- Dari hasil laporan sementara diperkirakan puluhan hektar lahan pertanian di Belu rusak diterjang banjir.  Pemerintah Kabupaten Belusaat ini masih mendata korban bencana banjir dan lahan pertanian yang rusak akibat diterjang banjir tersebut. 

Sambil mendata korban bencana dan kerusakan lahan, pemerintah memberikan bantuan bagi para korban bencana di beberapa tempat berupa beras dan makanan lainnya.

Bupati Belu, Willybrodus Lay mengatakan hal itu ketika ditemui di Atambua, Ibukota Kabupaten Belu, Jumat (1/2/2019).

Menurut Willy Lay, dari hasil pantuan dua hari sebelumnya, dua  desa yang terkena dampak banjir yakni Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak dan Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur. Dampak bencana adalah rumah warga terendam banjir dan puluhan hektare lahan pertanian rusak.

Di Belu, Banjir Rendam Rumah Warga dan Lahan Sawah

Warga Naibonat Diterjang Banjir, Kondisi Saat ini Kekurangan Air Bersih, Ini Faktanya

Bupati Willy mengatakan, Pemerintah belum melakukan penanganan seperti pengerukan kali karena saat ini masih musim hujan. Pemerintah memberi bantuan darurat bagi para korban berupa beras.

Untukkorban di desa Jenilu, kata Bupati Willy, sudah dilakukan penanganan darurat sejak Jumat (1/2/2019). Pemerintah sudah turunkan alat berat dan tenaga teknis untuk melakukan penangan.

"Hari ini saya sudah kirim eksa dan tenaga teknis untuk beri penanganan darurat. Untuk para korban kita sudah beri bantuan beras," kata Bupati Willy.

Yoseph Hurint Akui Banjir Naibonat Sudah Tiga Kali

Kabupaten TTS Dilanda Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang

Menurut Bupati Willy, pemerintah akan menangani masalah banjir, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jangka panjang yang akan dilakukan pemerintah adalah melakukan normalisasi kali sehingga banjir tidak meluap lagi.

Willy  mengatakan, lahan warga yang  rusak akibat banjir tidak bisa diolah lagi. Pemerintah tetap memberikan perhatian sehingga ke depan lahan tersebut bisa diolah.

"Apapun kondisi yang dialami masyarakat pasti ada solusi. Pemerintah akan membantu mereka," tegas Bupati Willy. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved