Kali Noelmina dan Fatumuti Meluap, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga dan 100 Ha Sawah di Bena, TTS

Kali Noelmina dan Fatumuti Meluap, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga dan 100 Ha Sawah di Bena, TTS

Kali Noelmina dan Fatumuti Meluap, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga dan 100 Ha Sawah di Bena, TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Banjir menggenangi halaman rumah warga di Desa Bena, Kabupaten TTS 

Kali Noelmina dan Fatumuti Meluap, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga dan 100 Ha Sawah di Bena, TTS

POS-KUPANG.COM | SOE - Curah hujan yang tinggi Dua pekan terakhir di Kabupaten TTS menyebabkan debit air di Kali Noelmina dan Kali Fatumuti meluap pada Kamis ( 31/1/2019) malam.

Luapan air Kali Noelmina menggenangi sekitar 50 rumah warga di dusun Kinaluta, Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan.

Selain menggenangi rumah warga, genangi air juga merendam perkebunan jagung masyarakat dan juga membunuh puluhan ternak babi dan kambing milik masyarakat.

Pemkab TTS Keluarkan Pernyataan Bencana, Ini Beberapa Lokasi yang Alami Longsor

Sementara itu, luapan air kali Fatumuti mengenang sekitar 100 Ha lahan persawahan masyarakat.

Genangan air ini menyebabkan lahan persawahan masyarakat terancaman mengalami gagal panen karena anakan padi yang telah ditanam saat ini terancam air bercampur lumpur.

Peduli Lingkungan, Komunitas LBG Nagekeo Tanam Anakan Bakau di Nagelewa

Selain membawa lumpur, air luapan kali Fatumuti juga membawa hama keong mas yang mengancam tanaman padi milik masyarakat.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu ditemui POS-KUPANG.COM, Jumat ( 1/2/2019) saat sedang melakukan pemantauan dampak banjir mengatakan, semalam (kamis malam, red) warga di dusun kinaluta tidak bisa tidur karena luapan air kali noelmina masuk hingga ke dalam rumah warga.

Karena khawatir jika ketinggian air terus bertambah masyarakat memilih untuk tidak tidur dan terus berjaga-jaga.

"Saya tadi baru saja dari dusun kinaluta memantau dampak banjir. Tadi pagi' air sudah surut sehingga masyarakat mulai membersihkan lumpur yang masuk ke rumah warga. Dampak banjir ini juga merusak tanaman jagung miliki masyarakat dan membunuh ternak milik masyrakat, " ungkap Jhon.

Saat ini, lanjut Jhon, derasnya aliran air di kali noelmina terus mengikis dinding kali sehingga bertambah lebar. Saat ini, jarak bibir kali ke kawasan pemukiman masyarakat hanya menyisahkan sekitar 20 meter. Jika hujan kembali turun, maka akan terjadi banjir susulan dampak luapan Kali Noelmina.

"Kita berharap pemerintah segera memasang bronjong di tepi kali noelmina, jika tidak maka banjir akan terus mengancaman masyarakat di dusun Kinaluta. Tidak hanya itu, erosi pada bibir kali noelmina juga mengancam pemukiman masyarakat," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved