berita banjir Naibonat Kabupaten Kupang

Warga Korban Banjir Naibonat Kekurangan Air Bersih

-Warga korban luapan banjir dari Bendungan Bekolo di Naibonat, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang saat ini mengalami kekurangan air bersih.

Warga Korban Banjir Naibonat Kekurangan Air Bersih
Facebook
Banjir di Kelurahan Naibonat Kabupaten Kupang. 

Warga Korban Banjir Naibonat Kekurangan Air Bersih

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM, NAIBONAT----Warga korban luapan banjir dari Bendungan Bekolo di Naibonat, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang saat ini

BREAKING NEWS: Diterpa Hujan Deras, Jalan di Desa Bone, Nekamese, Kabupaten Kupang Diterjang Longsor

RS Naibonat dapat Rujukan 18 Pasien Demam Berdarah

mengalami kekurangan air bersih.  Kondisi banjir  sudah mulai surut, namun Hujan masih terus mengguyur daerah ini.

• BREAKING NEWS: Diterpa Hujan Deran, Jalan di Desa Bone, Nekamese, Kabupaten Kupang Diterjang Longsor

 Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari PDIP, Desi Ballo menyampaikan hal ini ketika menghubungi POS KUPANG.COM, Jumat (1/2/2019).

Menurut Desi, sejak semalam kondisi banjir mulai surut. Warga yang rumahnya terkena banjir memilih mengamankan diri di keluarga terdekat untuk menjaga kemungkimam terburuk pasca banjir.

"Curah hujan sudah agak menurun. Genangan air juga sudah menurun. Mudah-mudahan tidak terjadi hujan yang lebat lagi. Namun kesulitan sekarang air bersih, saya akan koordinasi dengan BPBD Kupang untuk mencari solusi," kata Desi.

Untuk diketahui,  banjir akibat jebolnya Bendungan Bekolo di Kecamatan Kupang Timur,  Kamis (31/1/2019) sekira pukul 18.00 Wita menyebabkan 35 rumah warga tergenang banjir. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Pihak kelurahan bersama BPBD Kabupaten Kupang juga aparat Polsek setempat tengah melakukan upaya menolong para korban.

Kepala BPBD Kabupaten Kupang, Charles Panie ketika dikonfirmasi, Kamis (31/1/2019) malam, menjelaskan, banjir  memang menimbulkan kepanikan warga di kawasan Kantor Lurah Naibonat. Bagaimana tidak,  banjir setinggi 2 meter tiba-tiba muncul. Wargapun  kaget. Ada yang berusaha menyelamatkan barang-barangnya ke tetangga, namun ada yang belum mau keluar.

"Kami lakukan evakuasi warga dengan perahu karet yang kami siapkan. Kami sudah himbau kepada warga yang masih bertahan di rumah supaya bisa keluar. Kami masih upayakan untuk bantu korban. Data sementara yang saya terima dari lurah 35 rumah," demikian Charles. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved