Berita Kabupaten Ngada Terkini

Polres Ngada Gelar Rekonstruksi Penembakan di Mauponggo Nagekeo, Ini Jumlah Adegannya!

Polres Ngada menggelar rekonstruksi kasus penembakan seorang warga di oleh dua anggota polisi di Mauponggo Kabupaten Nagekeo.

Polres Ngada Gelar Rekonstruksi Penembakan di Mauponggo Nagekeo, Ini Jumlah Adegannya!
Polres Ngada untuk Pos Kupang.Com
Suasana rekonstruksi kasus penembakan warga Mauponggo oleh dua anggota Polisi di Halaman Mapolres Ngada, Kamis (31/1/2019). 

Melihat korban melempar tersangka Rivo dengan menggunakan sebuah batu tersangka Assan langsung menembak kearah kaki korban sebanyak 1 (satu) kali dari jarak sekitar 4 meter.

Setelah Assan melakukan tembakan kearah kaki korban, saat itu korban membalikkan badannya dan korban mengejar tersangka Assan sambil memegangi batu, dan saat itu tersangka Assan menghindar dengan cara melangkah mundur.

Melihat hal tersebut dimana korban mengejar tersangka Assan, tersangka Rivo langsung mengarahkan senjata Api laras pendek ( Revolver ) yang dipegang olehnya dan menembak sebanyak 1 (satu) kali kearah kaki kiri korban dari jarak sekitar 2 (dua) meter.

Setelah tersangka Rivo melakukan tembakan kearah kaki korban sebanyak 1 (satu) kali, saat itu korban masih mengejar tersangka Assan.

Melihat hal tersebut tersangka Rivo kembali menembak dengan menggunakan senjata miliknya sebanyak 1 (satu) kali kearah kaki kanan korban.

Setelah tersangka Rivo melakukan tembakan ke 2 ke arah kaki korban saat itu korban masih tetap mengejar tersangka Assan sambil memegangi batu dengan tanggannya.

Pada saat korban hendak melempar batu kearah tersangka Assan, saat itu tersangka Assan langsung menembak menggunakan senjata Api laras pendek kearah korban sebanyak 1 kali berjarak sekitar 3 meter, dan saat tersangka Assan melakukan pembakan tersebut korban terjatuh saat hendak melempar batu yang dipegang korban.

Jadwal dan Live Streaming Coppa Italia, Disiarkan di TVRI, AYO Ikuti Tayangannya

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro C. Wibowo, S.I.K, usai kegiatan rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut mengatakan rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut dilaksanakan di Polres Ngada demi menjaga kondisi agar tetap kondusif dan sebelumnya sudah dilakukan pra rekonstruksi.

Pihak Kepolisian juga sudah membicarakan dengan keluarga termasuk telah mengundang saksi petugas Pengawas namun sampai kegiatan rekonstruksi tidak datang.

Galus Doya mewakili keluarga korban pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa rekonstruksi itu benar sesuai dengan BAP namun pihaknya menyesal karena saksi dari Pengawas Pemilu tidak hadir sementara saksi itu penting dan mengetahui kasus tersebut.

Data yang dihimpun POS KUPANG.COM, menyebutkan, tersebut
berawal dari dugaan kasus politik uang pada Pilkada Kabupaten Nagekeo lalu.

Atas tindakannya itu, almarhum kemudian dilaporkan ke Pasnwaslu Kabupaten Nagekeo dan ditindaklanjuti oleh tim penegakan hukum terpadu pemilihan umum (Gakumdu) dimana Ketua Panwascam Mauponggo menyuruh stafnya Altus Dheke ke Mapolsek Mauponggo dan bertemu Kapolsek Ipda Elfridus Watu Moi,.

Altus datang untuk menyampaikan permintaan pengawalan untuk mengantar surat panggilan kedua untuk almarhum Marselinus.

Ipda Elfridus kemudian memerintahkan dua anggota polisi yakni; Banit Reskrim Brigpol Aloysius M.Asan dan Banit Intel Paulus R. G. Riberu mendampingi staf Panwascam ke rumah almarhum dengan menggunakan mobil patroli sektor Mauponggo hingga kasus tersebut terjadi. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved