Linus Lawe Sebut Lewoeleng Jadi Balai Sertifikasi Cendana Lembata

Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Lembata, Linus Lawe Sebut Lewoeleng Jadi Balai Sertifikasi Cendana Lembata

Linus Lawe Sebut Lewoeleng Jadi Balai Sertifikasi Cendana Lembata
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Guru-guru dan siswa SMK Kawula Karya Lewoleba-Lembata, ketika hendak menanam anak cendana di halaman sekolahnya, Sabtu (26/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA -- Desa Lewoeleng, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, NTT, menjadi balai sertifikasi benih cendana di daerah itu. Populasi cendana di desa itu kini sekitar 500 pohon yang tumbuh di atas 5 hektare.

Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Lembata, Linus Lawe, kepada POS-KUPANG.COM di Lewoleba, Kamis (31/1/2019).

"Saat ini kita di Lembata telah memiliki balai sertifikasi benih cendana. Jadi tidak sulit lagi kita dapatkan anakam cendana untuk dibudidayakan," ujarnya.

Tiga Berkas Gugatan ASN Korupsi Diputus PTUN Kupang

Dikatakannya, Lembata sangat potensial untuk pengembangan tanaman cendana. Untuk membantu mengembangbiakkan populasi cendana tersebut, pemerintah telah menghadirkan sentral perbenihan cendana di Desa Lewoeleng tersebut.

Untuk memelihara dan merawat tumbuh kembangnya cendana tersebut, kata Linus Lawe, pemerintah memiliki kelompok tani yang mengemban tugas itu. Gapoktan yang beranggotakan sekitar 20 orang tersebut selama ini terus menunaikan tugas sebagaimana yang diharapkan.

Investor Ramai-ramai Rebut Kawasan TNK, Pulau Tetawa Juga Sedang Urus Rekomendasi Usaha

Saat ini, katanya, anakan cendana yang telah siap untuk ditanam, jumlahnya mencapai lebih dari 100 ribu anakan. Untuk itu masyarakat Lembata disilahkan mengambilnya di lokasi persemaian anakan tersebut di Desa Bour, tak jauh dari Bukit Doa.

"Masyarakat silahkan mengambil anakan tanaman itu. Semuanya gratis, tidak dipungut uang sesen pun. Yang kami harap, adalah setelah ditanam, rawat anakan itu baik-baik supaya bisa tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkan," ujarnya.

Linus menyebutkan, saat ini minat masyarakat Lembata untuk menanam cendana, semakin baik. Itu terwujud melalui pelbagai program yang dilaksanakan, yakni gerakan cendana keluarga (GCK) dan gerakan cendana pelajar (GCP). GCP merupakan uraian dari GCK yang telah dilaksanakan selama ini.

Saat ini, katanya, UPT KPH Lembata telah menyiapkan lahan 15 hektar di Dusun Labanobol, Belang, Kecamatan Nubatukan sebagai lahan untuk pengembangan populasi cendana di Lembata. Lahan itu siap digunakan untuk pengembangbiakkan tanaman tersebut.

"Kalau masyarakat terus menanam cendana, maka saya optimis suatu saat nanti, Lembata akan menjadi salah satu gudang cendana di NTT. Untuk itu, saya ajak masyarakat untuk menanam cendana mulai sekarang. Cendana itu tanaman investasi yang punya nilai tinggi di masa depan," ujar Linus.

Ia mengatakan, jika anakan cendana mulai ditanam saat ini, maka 25 tahun ke depan, tanaman itu sudah berproduksi dan memberikan nilai nominal yang sangat besar bagi pemiliknya. "Mari kita tanam cendana sekarang juga untuk kebaikan di masa.mendatang," ujar Linus. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved