Investor Ramai-ramai Rebut Kawasan TNK, Pulau Tetawa Juga Sedang Urus Rekomendasi Usaha

Investor Ramai-ramai Rebut Kawasan TNK, Pulau Tetawa Juga Sedang Urus Rekomendasi Usaha

Investor Ramai-ramai Rebut Kawasan TNK, Pulau Tetawa Juga Sedang Urus Rekomendasi Usaha
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Pemandangan di Pulau Komodo beberapa waktu lalu. 

Investor Ramai-ramai Rebut Kawasan TNK, Pulau Tetawa Juga Sedang Urus Rekomendasi Usaha

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Investor kini masuk ke Pulau Tetawa dalam kawasan Taman Nasional Komodo ( TNK ). Selain Tetawa, pulau lain dalam kawasan itu pasalnya juga sudah lebih dahulu dimasuki oleh investor.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Gusti Rinus, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mengurus rekomendasi usaha dari investor di Pulau Tetawa.

"Saat ini investor sedang mengurus rekomendasi usaha di Pulau Tetawa. Rekomendasi itu urus di Dinas Pariwisata," kata Gusti saat dikonfirmasi, Kamis (31/1/2019).

Jhon Tuba Helan Sebut UU ASN Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Saat ditanya tentang rencana investasi oleh pemilik modal di Pulau Rinca, Pulau Padar dan Pulau Komodo, Gusti mengatakan bahwa pihaknya saat ini hanya menerima pengurusan rekomendasi usaha di Pulau Tetawa.

Lantamal VII Gelar Latihan Pengamanan Pilpres dan Pileg 2019 di Kupang

Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, perusahan besar yang berbeda hendak berinvestasi di tiga pulau besar dalam kawasan TNK itu.

Walaupun perusahaan tersebut berbeda, namun pasalnya mereka masih dalam satu gerbong yang sama dan diatur oleh orang pengaruh di Jakarta.

Hal tersebut diduga menjadi salah satu alasan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, berencana menutup TNK selama satu tahun.

Persaingan investasi berlabel pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kekwatiran sejumlah komponen di Manggarai Barat (Mabar).

Investasi di dalam kawasan TNK juga dikait-kaitkan dengan kehadiran Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Flores.

POS-KUPANG.COM saat menanyakan tentang fungsi dan tugas Badan Otorita itu kepada Ketua DPRD Mabar, Blasius Jeramun, ternyata dia juga belum mengetahui secara detail.

"Kami sudah menyampaikan dan menanyakan kepada pemerintah terkait Badan Otorita itu, ternyata pemerintah juga sama seperti DPRD. Mereka belum tahu persis bagaimana sebenarnya Badan Otorita itu," kata Blasius saat ditanya, Rabu (30/1/2019) malam.

Pihaknya kata dia mengetahui Badan Otorita itu dari media massa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved