Guru, Pegawai dan Siswa SMK 5 Kupang Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

Guru, pegawai dan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 5 Kota Kupang, hari ini, Rabu (30/1/2019) mulai berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Kepala SMK 5 Kupang, Lorens Huler di ruang kerjanya, Rabu (30/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Guru, pegawai dan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 5 Kota Kupang, hari ini, Rabu (30/1/2019) mulai berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Lorens Huler, Kepala SMK 5 Kupang, di ruang kerjanya, kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan SMK 5 menyambut antusias kebijakan Pemerintah Provinsi NTT, menetapkan hari Rabu s sebagai English Day.

"Yah saya kira itu hal yang baik untuk menumbuhkan semangat untuk belajar dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris," ungkapnya.

Bahasa Inggris di Lingkup Pemprov NTT untuk Mendukung Pariwisata

Menurutnya, belajar bahasa butuh kemauan dan ketekunan serta harus dibiasakan penggunaannya dalam berkomunikasi.

Ia mengimbau agar para guru dan pegawai memberikan teladan kepada siswa-siswa. "Guru dan pegawai harus mulai, jangan hanya menuntut siswa. Kalau guru dan pengawai sudah beri teladan yang baik, pasti murid juga akan ikut," ungkapnya.

Pasien DBD yang Dirawat Jadi 59 Orang, Manajemen RSU Imanuel Waingapu Gencar Fogging

Ia mengatakan, guru, pegawai dan siswa harus berani berkomunikasi lisan dalam Bahasa Inggris walaupun setengah-setengah.

"Kan tidak harus sempurna, yang penting ada kemauan dan latihan terus-menerus, pasti bisa," tegasnya.

Di SMK 5, kata Lorens, ada enam orang guru Bahasa Inggris dan satu orang sukarelawan asal Amerika yang mengajar Bahasa Inggris. Ia berharap mereka menjadi aktor meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di siswa, guru dan pegawai di SMK 5.

Pantauan POS-KUPANG.COM, beberapa guru dan pegawai di koridor sekolah asyik bercakap-cakap dalam bahasa Inggris kendati diselingi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Kupang.

Evi Naben, guru Fisika, mengatakan, ia senang belajar Bahasa Inggris. "Latar belakang pendidikan saya bukan bahasa Inggris, tapi saya suka belajar bahasa Inggris," ungkapnya.

Sementara itu, di halaman sekolah, beberapa siswa juga asyik bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Juan Suni, mengatakan, ia dan beberapa teman sudah mulai berkomunikasi dalam bahasa Inggris tapi masih canggung.

"Yah tadi paling saling sapa dalam bahasa Inggris, lidahnya masih kaku, jadi tidak lancar omong, terus kalau salah sebut pasti kita langsung ketawa rame-rame," ungkap Juan. (Laporkan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved