Petugas Kebersihan Mengeluh Perilaku Warga Kota Kupang Membuang Sampah

Petugas Kebersihan Mengeluh Perilaku Warga Kota Kupang Membuang Sampah

Petugas Kebersihan Mengeluh Perilaku Warga Kota Kupang Membuang Sampah
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore 

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore melakukan tatap muka langsung dengan seluruh Petugas Kebersihan baik sopir, pengangkut sampah dan penyapu jalan di Kota Kupang.

Menurut Jefri pada pertemuan yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (29/1/2019) ini, perjuangan petugas kebersihan untuk kota ini begitu luar biasa. Para petugas sudah bekerja dengan masikmal. Tetapi masih saja ada warga yang membuang sampah di luar jadwal yang ditentukan.

Selain itu juga masih banyaj warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Oleh karena itu, Jefri melakukan diskusi dengan para petugas kebersihan untuk mengatasi masalah sampah di kota Kupang.

Ira Beberkan Riwayat Sakit Ayahnya, Damyan Godho

Ia mengaku miris melihat petugas kebersihan yang sudah harus beraktifitas saat semua warga masih tertidur pulas. Mereka telah membantu kota ini.

"Saya tidak mengalahkan para awak, karena mereka sudah berjuang sungguh-sungguh untuk melayani kota ini. Pekerjaan kebersihan sangat mulia, jadi jangan berpikir ini tempat pembuangan. Kalian kebanggaan untuk menyelesaikan berbagai persoalan kebersihan di kota ini. Karena tidak gampang dan tidak banyak orang yang mau bekerja di sini," terangnya.

Damyan Godho : Saya Takut Mama dan Kalian Bertiga

Ia berjanji bila para petugas bisa bekerja dengan baik maka dirinya tidak akan mengabaikan kesejahteraan para awak yang saat ini masih kecil. Nominal gaji di Dinas Kebersihan akan diupayakan untuk diubah.

Ia juga ingatkan para petugas di Dinas Kebersihan jangan mencoba untuk melakukan korupsi. Karena Pemerintah akan berikan perhatian khusus di Dinas Kebersihan. Bila kedapatan maka semuanya akan diganti sama.

Untuk menjadikan kota lebih bersih, maka akan diubah sistem kerja. Ia menyebutkan kekuatan di Dinas Kebersihan ada 400-an. Namun 90 orang ada di sekretariat. Sedangkan Sopir dan penyapu jalan hanya 72 orang. Jadi nanti yang ada di sekretariat akan turun lapangan. Petugas pengawas pun akan ditambah. Begitu juga dengan perlengkapan berupa pakaian dan peralatannya.

Pemerintah kota Kupang akan terus berupaya untuk menata kebersihan di kota ini, diantaranya memerintahkan seluruh ASN untuk turun memilih sampah. Kemudian Dinas Kebersihan akan mengirim petugas sekitar empat orang ke setiap kelurahan untuk membantu kebersihan.

"Kita juga akan mengatur pembagian jalan kendaraan. Karena jumlah armada masih sedikit maka akan dilakukan pengadaan. Mudah-mudahan bisa 20 mobil lagi. Begitu juga kita akan siapkan mobil penyapu jalan untuk membantu petugas yang menyapu jalan," ujarnya

Rencananya, kata Jefri, Pemerintah Kota harus miliki tiga mobil sapu jalan. Pada pertemuan ini, tak sedikit petugas yang mengeluarkan curhat dengan dirinya, terkait perilaku warga yang membuang sampah tidak sesuai jadwal dan terkesan tidak ada hati.

"Kita baru selesai sekop sampah bersihkan semua, orang datang langsung buang sampah lagi di depan kami. Kesadaran masyarakat masih kurang. Kami juga bapa belum terima gaji, tapi bukan itu yang kami PTT pikirkan sekarang. Tapi kami pikirkan kami lulus atau tidak," kata salah satu petugas kebersihan.

Hal serupa juga disampaikan Siprianus Gawang yang meminta Wali Kota untutk memberikan efek jera kepasa orang yang membuang sampah sembarangan.

"Saya penyapu jalan tapi sampah biasanya bersumber dari mobil dinas, pribadi dan angkutan kota yang membuang sampah sembarangan," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)


Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved