Berita Kabupaten Kupang Terkini

Baru Dikerjakan Tahun 2017 ! Tembok Penahan Deker di Ekateta Ambruk Dihantam Hujan

Tembok penahan deker jalan kabupaten tepatnya di Kampung Oelnunu, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang kini roboh.

Baru Dikerjakan Tahun 2017 ! Tembok Penahan Deker di Ekateta Ambruk Dihantam Hujan
Pos Kupang.com/Edi Hayong
Pembatas deker di Kampung Oelnunu, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang kini roboh. Gambar diabadikan, Selasa (29/1/2019)   Pembatas deker di Kampung Oelnunu, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang kini roboh. Gambar diabadikan, Selasa (29/1/2019)       

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI----Tembok penahan deker jalan kabupaten tepatnya di Kampung Oelnunu, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang kini roboh.

Padahal, pembatas itu baru dibangun tahun 2017 dan ambrul pada saat hujan lebat pekan lalu. Selain tembok penahan roboh, permukaan jalan di area dekerpun turun drastis dan terancam putus jalur ini.

Menurut Fester dan Naomi, warga Kampung Oelnunu kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (29/1/2019) menjelaskan, robohnya tembok penahan deker ini terjadi pada saat hujan disertai angin cukup kencang tanggal 25 Januari 2019 lalu.

Saat itu, tembok roboh diikuti pula dengan beberapa pohon besar di area itupun roboh. Jalan dan deker di Oelnunu ini menurut mereka baru dibangun tahun 2017.

"Itu deker dan strat (jalan kabupaten, Red) baru diaspal satu tahun ini. Jadi masih baru.  waktu hujan besar baru-baru ini, roboh. Jalan di dekat deker  juga turun. Selama ini yang melintas hanya motor dan mobil kecil. Kalau truk besar yang lewat mungkim deker itu roboh," ujar Naomi.

Happy Puppy Donasikan Uang untuk Pembagunan Gereja Ebenheizer Tufen! Ini Alasannya

Fester menambahkan, dirinya tidak tahu soal siapa kontraktor yang mengerjakan jalan di Oelnunu ini. Namun seingat dirinya, belum sampai dua tahun diaspal namun sekarang sudah roboh.

"Saya lihat waktu mereka kerja, tumpuk batu saja di dekat deker. Tidak digilas padat sehingga mungkin agak longgar pas hujan datang kikis maka roboh pembatas deker," ujar Fester.

Pantauan POS KUPANG.COM, panjang ambruknya tembok penahan deker itu sekitar lima meter. Material jatuh ke dalam jurang dan titik badan jalan tepatnya di bibir deker miring. Terlihat permukaan aspal juga sudah pecah-pecah dan terancam longsor. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved