Liga 1

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka Datang dari Dunia Sepakbola Indonesia

Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kabar duka datang dari dunia sepakbola Tanah Air. Khususnya Persebaya Surabaya.

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka Datang dari Dunia Sepakbola Indonesia
Persebaya.id
Almarhum Nuryono Haryadi semasa bermain menjadi kapten Persebaya dan sukses mempersembahkan gelar juara pada tahun 1988. Mantan bek tangguh Persebaya itu meninggal dunia kemarin malam. 

Sudah malang melintang dikancah sepak bola Indonesia. Sempat di bekukan oleh PSSI dan disahkan kembali oleh PSSI sebagai anggota di Kongres Tahunan PSSI Bandung pada tanggal 8 Januari 2017.

Basuki Tjahaja Purnama Bersaing Ketat dengan 2 Calon Rebut Posisi Ketua Umum PSSI

Rumah Jabatan Bupati Belu Bebas Sampah Plastik

Setelah dilaksanakannya RUPS pada tanggal 7 Februari 2017, kini 70% saham Persebaya Surabaya dimiliki oleh Jawa Pos Group melalui anak perusahaanya yaitu PT Jawa Pos Sportainment.

Sedangkan 30% lainnya dimiliki oleh 20 klub anggota Persebaya yang tergabung dalam Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP).

Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Jun 1927.

Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB).

Pada saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Soerabajasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya.

Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.

SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan.

SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.

Ketika Belanda kalah dari Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pemain pribumi dan sebagian kecil keturunan Tionghoa melejit dan kembali mencapai final sebelum dikalahkan oleh Persis Solo.

Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi.

Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952.

Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya).

Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga istimewa.

Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta.

Dua kali Persebaya menjadi kampiun pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990.

Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994.

Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun 1997.

Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia ketika pada tahun 2005 Green Force kembali merebut gelar juara.

Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara, Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu.

Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi Utama pada dua musim selanjutnya.

Prestasi

Perserikatan

1938 – Juara II, kalah dari VIJ Jakarta

1941 - Juara, menang atas VIJ Jakarta

1942 – Juara II, kalah dari Persis Solo

1950 – Juara, menang atas Persib Bandung

1951 – Juara, menang atas Persija Jakarta

1952 – Juara, menang atas Persija Jakarta

1965 – Juara II, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)

1967 – Juara II, kalah dari PSMS Medan

1971 – Juara II, kalah dari PSMS Medan

1973 – Juara II, kalah dari Persija Jakarta

1977 – Juara II, kalah dari Persija Jakarta

1978 – Juara, menang atas PSMS Medan

1981 – Juara II, kalah dari Persiraja Banda Aceh

1987 – Juara II, kalah dari PSIS Semarang

1988 – Juara, menang atas Persija Jakarta

1990 – Juara II, kalah dari Persib Bandung

Liga Indonesia

1994/1995 – Posisi ke-9, Wilayah Timur

1995/1996 – Posisi ke-7, Wilayah Timur

1996/1997 – Juara Liga Indonesia

1997/1998 – dihentikan

1998/1999 – Juara II Liga Indonesia

1999/2000 – Posisi ke-6, Wilayah Timur

2001 – Babak 8 besar

2002 – Degradasi ke Divisi Satu (sekarang Divisi Utama)

2003 - Juara Divisi Satu (sekarang Divisi Utama)

2004 – Juara Liga Indonesia

2005 – Mundur dari babak 8 besar (awalnya diskorsing dua tahun, namun dikurangi menjadi 16 bulan, kemudian dikurangi lagi menjadi degradasi ke Divisi Satu)

2006 – Juara Divisi Satu (sekarang Divisi Utama)

2007 – Posisi ke-14, Wilayah Timur (Tidak lolos ke Super Liga)

2008 – Peringkat ke-4

2017 - Juara Liga 2 (Promosi ke Liga 1)

Liga Champions Asia[sunting sumber]

1998 – Babak pertama (masih bernama Piala Champions Asia)

2005 – Babak pertama

Penulis: Hasyim Ashari
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved