Atasi Sampah di Kota Kupang, Jefri Akan Ubah Total Sistem Kerja

Mengatasi persoalan Sampah di Kota Kupang, Wali Kota Kupang akan mengubah total sistem kerja di Dinas Kebersihan Kota Kupang.

Atasi Sampah di Kota Kupang, Jefri Akan Ubah Total Sistem Kerja
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mengatasi persoalan Sampah di Kota Kupang, Wali Kota Kupang akan mengubah total sistem kerja di Dinas Kebersihan Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Senin (28/1/2019), menyampaikan, nantinya ada penanggung jawab di setiap jalan atau kawasan. Jadi kalau sampahnya tidak diangkut maka sudah ada penanggungjawabnya untuk pengangkutan.

Selain itu ada juga petugas yang stand by untuk keliling memungut sampah plastik, dan ada juga yang terus berkeliling untuk mengangkut sampah pagi dan sore.

Kopdit Swasti Sari Dapat Opini WTP dari Akuntan Independen

"Besok sore (hari ini, Red) akan diadakan rapat di Dinas Kebersihan yang dihadiri oleh semua petugas untuk dihitung berapa armada, tenaga dan alat alat yang dibutuhkan. Begitu juga tempat sampah dan membagi motor sampah yang didapatkan dari bantuan Pak Farry Kase," tuturnya.

Ia juga telah mengeluarkan instruksi yang dikirim ke masyarakat untuk menyediakan tempat sampah dan mewajibkan restoran/toko/pelaku usaha untuk menyediakan bak sampah.

Penggagas Komunitas Karang Sebut Kota Kupang Kekurangan Tempat Sampah

Ia tegaskan jika pelaku usaha tidak menyediakan tempat sampah, maka izin usaha tersebut dicabut atau akan ditutup.

"Kita akan ambil langkah tegas yaitu izin dicabut atau ditutup. Kita akan memberikan waktu sampai 23 Februari. Dalam rentan waktu itu kita akan terus ingatkan lagi. Kalau tidak ada tempat sampah, maka akan ditutup dengan police line," tuturnya.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang, Yeri Padji Kana, menyebutkan untuk mengangkut sampah baru 34 armada. Kalau dibagi pada 340-an TPS baik yang masih berfungsi atau tidak berfungsi maka bila dibagi satu armada menangani 10 TPS sehingga tidak semua terangkut, oleh karena iru diatasi dengan trip kedua. Tapi semua sampaj pun belum bisa diangkut.

"Bisa dibayangkan kalau waktu pembuangan sampah tidak tepat jam maka akan tetap menumpuk. Oleh karena itu penanganan sampah tidak secara parsial tapi secara menyeluruh. Maka akan disiapkan fasilitas seperti semua toko menyiapkan tong sampah, begitu juga warga harus menyediakan tong sampah," tuturnya.

Tapi, menurutnya, hal itu saja tidak cukup. Tapi kembali pada perilaku jika jadwal pembuangan sampah tidak ditaati masyarakat maka sampah akan tetap menumpuk. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved