BPOM Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp 150 Juta

BPOM Kepulauan Riau ( Kepri) di Batam menyita 167 jenis Kosmetik Ilegal

BPOM Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp 150 Juta
Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUM
BPOM RI menggeledah pabrik kosmetik ilegal di kawasan Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (25/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | BATAM - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Kepulauan Riau ( Kepri) di Batam menyita 167 jenis Kosmetik Ilegal, Sabtu (26/1/2019).

Penggerebekan ini merupakan hasil kerja sama yang dilakukan BPOM Kepri dengan sejumlah instansi terkait.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan yang dikonfirmasi membenarkan atas pengungkapan dan penyitaan tersebut. Penyitaan itu dilakukan di sebuah rumah di Batam.

Kapal Pengangkut Semen Tenggelam di Perairan Bengkalis, 7 Dievakuasi, 3 Orang Hilang

Yosef menyatakan, sebanyak 2.288 buah dari 167 jenis kosmetik ilegal disita. "Jika dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 150 jutaan," kata Yosef.

Yosef mengaku pengungkapan ini tidak terlepas dari hasil pengembangan dari sejumlah kosmetik ilegal yang diamankan kemarin di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Batam.

2 Siswi SMP di Merauke Ditemukan Tewas di Kolam, Ini Penjelasan Kabid Humas Polda Papua

"Dari sana dilakukan pengembangan dan akhirnya kami berhasil mengamankan salah satu gudangnya yang ditempatkan disalah satu rumah di Batam," jelasnya.

"Namun jumlahnya tidak begitu banyak lagi, karena sebagian sudah didistribusikan kesejumlah toko yang ada di Batam," katanya menambahkan.

Dari penyitaan ini, Yosef mengaku pelaku terbukti melakukan pelanggaran dan diberikan sanksi sesuai UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 197 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Yosef berharap masyarakat dan pelaku usaha kosmetik untuk cermat membeli dan menjual produk-produk kosmetik, yang tentunya produk yang telah terdaftar di BPOM, dengan mengecek di bagian kemasan produk.

"Penertiban kosmetik ilegal ini akan terus kami lakukan sampai benar-benar produk yang beredar di Kepri semuanya terdaftar di BPOM," pungkasnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved