Semana Santa 2019

Sejarah Semana Santa Larantuka: Perayaan Berusia 5 Abad & Bunda Maria Sebagai Raja Orang Larantuka

Sejarah Perayaan Semana Santa Larantuka: Perayaan 5 Abad & Bunda Maria Sebagai Raja Orang Larantuka

Sejarah Semana Santa Larantuka: Perayaan Berusia 5 Abad & Bunda Maria Sebagai Raja Orang Larantuka
REUTERS
Prosesi Semana Santa di Larantuka 

7. Raja I Larantuka serahkan Kerjaan Larantuka kepada Bunda Maria

Tahun 1561 misionaris dari Portugis datang dan mulai menyebarkan agama Katolik dan dimulai di Pulau Solor.

Seorang misionaris bernama Pastor Manuel de Kagas menjelaskan kepada raja-raja Larantuka jika patung Tuan Ma yang mereka sembah adalah Bunda Maria. Bunda Maria memiliki putra bernama Yesus yang diklaim sebagai pembawa keselamatan.

Tahun 1650, Raja I Larantuka Ola Adobala dibaptis dan menyerahkan Kerajaan Larantuka kepada Bunda Maria. Putranya, Raja Don Gaspar I pada tahun 1665 mulai mengarak patung Bunda Maria.

8. Bunda Maria diberi gelar tertinggi sebagai Raja Orang Larantuka

Raja Don Lorenzo I bersumpah kepada Maria atau Tuan Ma dengan memberi gelar tertinggi kepada Maria sebagai "Raja Orang Larantuka". 

Oleh karena itu, Larantuka disebut sebagai Kota Reinha (bahasa Portugis) atau Kota Ratu, Kota Maria. Tuan Ma kemudian diyakini sebagai Bunda Maria milik orang Larantuka. Devosi kepada Maria menjadi sentral hidup keluarga dan masyarakat Larantuka. Per Mariam ad Jesum, melalui Maria kita sampai kepada Yesus.

Proses inkulturasi pun terjadi antara kepercayaan masyarakat lokal, ajaran gereja, dan tradisi yang dibawa Portugis.

REUTERS
REUTERS

 (*)

Penulis: Eflin Rote
Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved