Semana Santa 2019

Sejarah Semana Santa Larantuka: Perayaan Berusia 5 Abad & Bunda Maria Sebagai Raja Orang Larantuka

Sejarah Perayaan Semana Santa Larantuka: Perayaan 5 Abad & Bunda Maria Sebagai Raja Orang Larantuka

Sejarah Semana Santa Larantuka: Perayaan Berusia 5 Abad & Bunda Maria Sebagai Raja Orang Larantuka
REUTERS
Prosesi Semana Santa di Larantuka 

4. Patung disebut Tuan Ma

Masyarakat sekitar Larantuka menyebut patung itu sebagai Tuan Ma. Secara harfiah, Tuan Ma berarti tuan dan mama.

Masyarakat Lamaholot menyebutnya Rera Wulan Tanah Ekan, Dewa Langit dan Dewi Bumi.

5. Masyarakat lakukan devosi kepada Tuan Ma

Raja Larantuka Don Andreas Martinho DVG mengatakan, sekitar tahun 1510, masyarakat Larantuka sudah melakukan devosi kepada Tuan Ma setiap bulan Februari.

Devosi ini merupakan ungkapan syukur atas hasil panen dan tangkapan laut masyarakat.

Devosi ini merupakan kegiatan di luar liturgi gereja, praktik-praktik rohani yang merupakan ekspresi nyata masyarakat melayani dan menyembah Tuhan melalui obyek-obyek tertentu.

6. Tuan Ma adalah patung Mater Dolorosa atau Bunda Kedukaan atau Mater Misericordia

Padri dari Ordo Dominikan yang datang ke kampung itu diminta masyarakat untuk membaca tiga kata yang telah ditulis Tuan Ma (tulisan itu dibuatkan pagar batu agar tidak terhapus air laut). 

Tulisan tersebut artinya Reinha Rosario Maria. Ketika melihat patungnya, padri itu terharu dan berkata kalau itulah Reinha Rosari yang dikenal juga sebagai patung Mater Dolorosa atau Bunda Kedukaan atau Mater Misericordia.

Halaman
1234
Penulis: Eflin Rote
Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved