Berita Kabupaten TTU Terkini

Bantu Penyeberangan Warga di Desa Sungkaen dan Naibaban, Satgas Yon 741/GN Buat Rakit

Bantu Penyeberangan Warga di Desa Sungkaen dan Nababan, Satgas Yon 741/GN Buat Rakit

Bantu Penyeberangan Warga di Desa Sungkaen dan Naibaban, Satgas Yon 741/GN Buat Rakit
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN dari Pos Baen membuat rakit yang digunakan untuk penyebrangan dari Desa Sungkaen dan Nainaban. Gambar diambil, Sabtu (26/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN dari Pos Baen membantu warga yang ada di Desa Sungkaen, Nainaban, dan Inbaten di Kecamatan Bikomi Nainulat.

Mereka membantu warga di sana membuat rakit yang digunakan untuk membantu penyebrangan warga dari Desa Sungkaen ke Desa Nainaban ataupun sebaliknya.

Rakit tersebut terbuat dari bambu yang kemudian diikat dengan tali, sehingga nantinya dapat digunakan oleh warga untuk menyebrang dari Desa Sungkaen ke Desa Nainaban ataupun sebaliknya.

Setelah 58 Tahun, Siti Romlah Akhirnya Punya Sertifikat Tanah dari Presiden Joko Widodo

Pembuatan rakit tersebut karena tidak ada jembatan penyebrangan yang dapat digunakan oleh warga di tiga desa yang ada di Kecamatan Bikomi Nainulat, Kabupaten TTU.

Selain itu, pembuatan rakit juga sebagai bentuk partisipasi TNI untuk membantu warga agar dapat melakukan penyebrangan dengan lebih aman dan nyaman.

Jokowi Tegaskan tak Ada Biaya Urus Sertifikat Tanah di BPN, yang Minta Bayar Lapor Polisi

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf. Hendra Saputra kepada wartawan mengatakan, rakit yang dibuat oleh anggotanya tersebut mengutamakan safety first.

"Jadi anggota kami telah mengupayakan membuat rakit dengan perlengkapan yang sudah sesuai dengan safty first yang kami bawa dari satuan sehingga dapat digunakan oleh warga untuk melakukan penyebrangan," ujar Hendra kepada Wartawan di Napan, Sabtu (26/1/2019).

Hendra mengatakan, akses transportasi di daerah tersebut sangat sulit karena tidak adanya jembatan penyebrangan yang dapat digunakan warga untuk penyebrangan.

"Kalau misalnya anak sekolah menyebrang tanpa rakit, maka akan mengancam keselamatan mereka sendiri. Dan kalau menyebrang tanpa rakit mereka akan basah. Kasian mereka," ungkap Hendra. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved