Hendak Bantu Cegah DBD Dua Mahasiswi Undana Malah Ditolak Warga

Dua mahasiswi Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang malah ditolak warga di Oesapa, Kupang, RT 23, saat hendak membagikan Abate

Hendak Bantu Cegah DBD Dua Mahasiswi Undana Malah Ditolak Warga
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Dua mahasiswi Undana Kupang, sedang merekap data pembagian Abate di Puskesmas Oesapa, Kupang. Jumat (25/1/2019). 

Hendak Bantu Cegah DBD Dua Mahasiswi Undana Malah Ditolak Warga

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dua mahasiswi Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang malah ditolak warga di Oesapa, Kupang, RT 23, saat hendak membagikan Abate, obat pembunuha jentik nyamuk. Jumat (25/1/2019).

Titin Saingo dan Fenty Ule, dua mahasiswi yang ditolak warga, merupakan tenaga sukarela yang diminta oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT, membantu di Puskesmas Oesapa untuk membagikan Abate kepada warga di Oesapa dalam rangka mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Wagub NTT Potong Tumpeng Pelantikan Pengurus TP PKK NTT

Kapolda NTT akan Berkunjung ke Polres Ngada ! Ini yang akan Dilakukan

"Sekitar ada sepuluh rumah tadi yang menolak kehadiran kami, padahal kami sudah jelaskan maksud dan tujuan kami," ungkap Titin, kepada POS-KUPANG.COM, di Puskesmas Oesapa.

Ia menjelaskan, sejumlah warga sepertinya tidak begitu peduli dengan upaya pencegahan DBD, padahal sangat penting bagi kehidupan warga sendiri.

Bentuk penolakan warga, kata Titin bermacam-macam.

Ada yang warga saat didatangi tiba-tiba bilang sibuk, mengaku pemilik rumah masih tidur dan tidak bisa dibangunkan dan sebagainya.

"Pada intinya kita punya niat dan maksud yang baik. Yah kalau memang tanggapan warga seperti itu, tidak apa-apa, kami tidak putus asa kok, pindah ke rumah yang lain," ungkap Titin.

Polisi Buru Motor Roak di Kota Maumere! Ini Tujuannya

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do Lantik Tiga Kades di Kecamatan Mauponggo

Nenek Margaretha Cabut Laporan Polisi ! Memilih Berdamai dengan Pelaku

Titin mengungkapkan, sejak pagi sampai siang, mereka sudah membagi Abate di 92 rumah di RT 23. Mereka lalu kembali ke Puskesmas untuk merekap data di lapangan dan akan melanjutkan pembagian Abate pada sore hari.

Sementara itu, rekan Titin, Fenty, mengatakan, mereka berdua cukup kelelahan tapi merasa senang bisa berpartisipasi membantu warga cegah DBD.

"Okelah memang ada penolakan, tapi untuk apa dipikirkan lagi, kita fokus saja untuk membagi Abate ke rumah-rumah yang lain," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved