Berita NTT Terkini

Hujan dan Angin Kencang di NTT Berlangsung Hingga 30 Januari 2019

Hujan dan Angin Kencang di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) Berlangsung Hingga 30 Januari 2019

Hujan dan Angin Kencang di NTT Berlangsung Hingga 30 Januari 2019
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Pantai Warna Oesapa Kupang pasca diterjang gelombang deras, Kamis (24/1/2019). 

Hujan dan Angin Kencang di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) Berlangsung Hingga 30 Januari 2019

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi serta angin kencang masih akan melanda NTT hingga 30 Januari mendatang. Selama kurun waktubtersebut, kecepatan angin di laut diperkirakan 25 -40 knot atau 50-89 kilo meter jam. Sedangkan di darat, kecepatan angin diperkirakan 10 sampai 18 knot atau 20 kilo meter sampai 36 kilo meter per jam.

Hal itu disampaikan Kepala Sekso Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Ota W.J Thalo ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/1/2019).

Ota mengungkapkan, cuaca ekstrim yang terjadi di NTT disebabkan pola tekanan rendah udara di Laut Bagian Selatan Kupang. Tekanan rendah itu, katanya, masih akan terus berlangsung hingga 30 Januari mendatang.

Universal Taekwondo Indonesia Adakan Ujian Fisik dan Penyematan Sabuk di Oematnunu

Selama periode itu, jelad Ota, kondisi gelombang laut masih tinggi, kecepatan angin.masih tinggi, hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi, kelembaban udara tinggi atai sangat lembab, suhu permukaan laut hangat.

Apperal Paksa Bupati Lembata Hentikan Pembangunan Awololong

Karena itu, Ota menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampakbdari bencana hydrometeoroligi seperti banjir, petir, longsor, angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, jalan licin, hempasan gelombang tinggi di pesisir pantai dan juga genangan air.

Khusus untuk masyarakat pesisir, Ota menghimbau agar waspada terhadap hempasan gelombang tinggi dan jauhi pantai ketika gelombabg tinggi. Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap pohon tumbang dan menjauhi tempat-tempat yangvberpotensi terjadinya bencana hydrometsorologi tersebut. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Adiana Ahmad)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved