Berita Kota Kupang Terkini

Ari Wijana Sebut Posko DBD untuk Menangkap Tersangka

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr Ari Wijana menyebut Posko DBD untuk Menangkap Tersangka

Ari Wijana Sebut Posko DBD untuk Menangkap Tersangka
dinkes-kotakupang.web
dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr Ari Wijana menyebut Posko DBD untuk Menangkap Tersangka

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore telah menandatangani Surat pernyataan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di kota Kupang.

Sebelum ditetapkan KLB, Dinas Kesehatan Kota Kupang dan seluruh Puskesmas telah berupaya keras untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk diantaranya dengan 3M Plus, Abate dan fogging fokus.

Selain itu juga sejak kemarin 11 Puskesmas telah membuka posko siaga DBD selama 24 jam.

Dua Titik Longsor di Aesola dan Kukubodu Intai Nyawa di Ruas Maumere-Ende

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr Ari Wijana, Kamis (24/1/2019), di hadapan Wali Kota, Jefri Riwu Kore, Penjabat Sekretaris Daerag, Yos Rera Beka, Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas, menyampaikan hadirnya poski di Puskesmas ini yaitu untuk menangkap tersangka DBD.

Kepala BPBD Sumba Barat Daya Imbau Warga Pesisir Pantai Waspada Terhadap Gempa Bumi

"Setiap pasien yang datang ke Puskesmas dengan suhu tubuh panas, dingin mendadak dan ada bintik merah maka masuk dalam tersangka DBD. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, dilakukan pemeriksaan trombosit. Begitu ada penurunan angka, kemudian ditetapkan sebagai kasus DBD, grade 1, 2, 3 atau 4. Jika grade 3 dan 4 sudah pasti ke Rumah Sakit dan masuk di ruang ICU," terangnya.

Ia telah memberikan surat edaran ke 12 Rumah Sakit agar pasien DBD harus mendapatkan penanganan khusus.

Ia menyebutkan dari 51 kelurahan sudah 40 kelurahan yang terdapat kasus. Kelurahan penentu DBD menjadi KLB yaitu kelurahan Oesapa dengan 19 kasus.

Ia mengatakan di Kecamatan Kota Lama, seperti Kelurahan Pasir Panjang, Oeba dan Fatubesi setiap tahun selalu ada kasus. Sedangkan di Kecamatan Maulafa, semua kelurahan ada kasus. Sedangkan di Kelurahan Manutapen yang tahun lalu tidak ada kasus, bulan ini ada lima kasus.

"Data ini bukan untuk menakuti lurah. Tetapi mengajak semuanya untuk wasapada karena kemungkinan bisa ada kasus lagi karena mobilisasi yang tinggi," ujarnya.

Ia menyampaikan Januari ini kasus DBD naik tiga kali lipat, dibanding tahun sebelumnya. Dari data tiga tahun terakhir yang dikaji dalam bentuk epidiomologi statistik, bulan Januari hanya boleh ada 66 kasus saja.

Sedangkan saat ini baru minggu ketiga sudah ada 127 kasus. Posisi ini, lanjutnya, sudah ada di atas batas maksimal dan posisi di KLB.

Karena diprediksikan posisi akan merangkak naik karena puncaknya DBD ada pada Februari.
Oleh karena itu, kata dr Ari, besok akan dimulai dengan abatesasi selektif di seluruh Puskesmas menuju seluruh kelurahan untuk memberikan abate dengan mengajak seluruh mahasiswa kesehatan yang ada di kota Kupang.

Selanjutnya dinas kesehatan akan mengajak seluruh komunitas yang ada di kota Kupang untuk melakukan abatesasi.

Ia juga meminta para lurah untuk mengerahkan warga menjadi pemantau jentik nyamuk di rumah masing-masing agar bisa segera diberikan abate ketika ada jentik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved