Berita Kabupaten Lembata Terkini

Apperal Paksa Bupati Lembata Hentikan Pembangunan Awololong

Asosiasi Pemuda Peduli Rakyat Lembata (Apperal) memaksa Bupati Lembata Hentikan Pembangunan Awololong

Apperal Paksa Bupati Lembata Hentikan Pembangunan Awololong
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Apperal saat melakukan akai unjuk rasa di Pulau Siput, Awololong, Kamis (24/1/2019). 

Asosiasi Pemuda Peduli Rakyat Lembata (Apperal) memaksa Bupati Lembata Hentikan Pembangunan Awololong

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Asosiasi Pemuda Peduli Rakyat Lembata (Apperal) memaksa Bupati dan DPRD Lembata untuk menghentikan aktivitas pembangunan pelabuhan jetty dan kolam apung di Pulau Siput, Awololong. Penghentian pembangunan itu demi kepentingan masyarakat setempat.

Sikap APPERAL itu mengemuka dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Pulau Siput, Awololong, Kamis (24/1/2019). Aksi APPERAL yang dilakukan bersama sejumlah masyarakat nelayan yang mendiami pesisir pantai Teluk Lewoleba itu dibawah komando Abdul Gafur R Sarabiti, Muhamad Aras dan Syarifudin Burhan. Aksi damai itu dikawal ketat aparat Polres Lembata.

Kapolres AKBP Janes Simamora juga terjun langsung ke Pulau Siput, Awololong untuk mengawasi aksi tersebut. Kabag Ops Polres Lembata, AKP Marthin Arjon bersama puluhan anggota siaga penuh di pulau tersebut.

Sambut Fahri Hamzah, Gubernur Laiskodat: Masalah NTT Bukan Kekurangan Lapangan Kerja

Untuk diketahui, pulau siput itu letaknya di tengah Teluk Lewoleba. Pulau itu baru terlihat saat air laut surut dan akan "menghilang" saat air laut pasang naik. Pada saat air surut itulah warga Lewoleba dan sekitarnya, ramai-ramai mencari siput, ada juga yang.memancing ikan di pulau pasir tersebut.

Dalam aksi tersebut, APPERAL mengusung dua tuntutan kepada Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dan DPRD Lembata. Pertama, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata agar segera merevisi Perda APBD melalui mekanisme mendahului perubahan APBD. Revisi APBD itu dengan meniadakan nomenklatur pembangunan jetty dan kolam renang apung beserta fasilitas lainnya termasuk pembangunan pusat kuliner di tempat tersebut.

Terkait Tarif Jasa Portir di Pelabuhan Tenau Kupang, Ini Harapan Edison Ello

Anggaran yang sudah dialokasikan untuk nomenklatur tersebut (jetty, kolam apung dan pusat kuliner), agar diarahkan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Masyarakat Lembata lebih membutuhkan jalan, listrik dan air ketimbang kolam apung di pulau yang dulunya menjadi kampung lama orang Lembata dan sekitarnya.

Kedua, Bupati Lembata harus segera menghentikan seluruh pembangunan di Pulau Siput melalui mekanisme mendahului perubahan. Dengan demikian, Perda APBD 2019 yang sudah ditetapkan, harus diganti dengan Perda Perubahan APBD 2019.

Dalam aksinya tersebut, APPERAL bersama sekelompok masyarakat juga memindahkan tiang-tiang beton dari pinggir pantai ke bagian tengah pulau tersebut. Mereka juga menjatuhkan tiang beton yang sudah mulai dipancang di tempat tersebut.

Aksi di tengah laut itu berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama. Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita itu baru berakhir sekitar pukul 13.00 Wita ketika warga mulai kembali ke darat untuk melanjutkan aktivitas rutin lainnya. Sepanjang aksi tersebut, semuanya berjalan lancar dalam pengawalan ketat aparat keamanan. (Laporan Reporter  Pos-Kupang.Com, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved