Berita Manggarai Timur Terkini

22 Warga Manggarai Timur Diserang DBD, Satu Meninggal Dunia

Sejak tanggal 1 Januari-16 Januari 2019 sebanyak 22 Warga Manggarai Timur Diserang DBD, Satu Diantaranya Meninggal Dunia

22 Warga Manggarai Timur Diserang DBD, Satu Meninggal Dunia
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Kadinkes Matim, dr. Surip Tintin 

Sejak tanggal 1 Januari-16 Januari 2019 sebanyak 22 Warga Manggarai Timur Diserang DBD, Satu Diantaranya Meninggal Dunia

POS-KUPANG.COM | BORONG - Sejak tanggal 1 Januari-16 Januari 2019 ada 22 warga Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), sudah diserang penyakit demam berdarah dengue ( DBD ). Dari jumlah itu, ada anak berusia 3 tahun 9 bulan meninggal dunia.

Pasien DBD yang meninggal dunia itu bernama Maria Dwiartika, anak sulung dari pasangan Ardy dan Yati, warga Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong.

Pasien DBD yang ada di Borong saat ini sedang dirawat di Puskesmas Borong dan yang kondisi memburuk dirujuk ke RSUD Ruteng.

Ketua TKBM, Victoria Wewo: Tarif Jasa Portir di Pelabuhan Tenau Sulit Ditentukan

Menyikapi meningkatnya serang DBD, Dinkes Matim telah mengeluarkan kepada 25 Puskesmas yang ada di kabupaten Matim agar melaporkan pasien DBD di puskesmasnya.

"Awal tahun 2019 mengalami peningkatan kasus DBD. Perlu ada kewaspadaan agar tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB) DBD di Kabupaten Matim," kata Kadinkes Matim, dr. Surip Tintin, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3), Regina Malon, S.KM kepada wartawan, Kamis (24/1/2019) siang di Borong.

Perihatin Kasus DBD Meningkat, RSU Imanuel Waingapu Lakukan Fogging

Ia menjelaskan, pasien Maria asal Desa Golo Kantar meninggal dunia akibat terinveksi virus penyakit DBD. Maria dirujuk dari Pusekesmas Borong ke Ruteng.

"Menurut data sejak 1-16 Januari, data yang diperoleh Dinkes Matim jumlah pasien DBD masuk ke Puskesmas Borong sebanyak 22 orang. Pihak belum mendapat laporan dari Puskesmas lain. Tapi sudah menyurati untuk waspada dan segera bertindak, agar wilayah kerjanya tidak terjadi wabah DBD. Pasien DBD yang meninggal itu, seorang anak berusia 3,9 tahun dari Desa Golo Kantar. Dia meninggal di RSUD Ruteng tapi sebelumnya rujuk dari Puskesmas Borong.

Sedangkan jumlah Penderita DBD dari 1 sampai 16 Januari 2019 yang rawat di Puskesmas Borong sebanyak 22 orang termasuk yang di rujuk ke RSUD Ruteng," kata Regina.

Ia menegaskan, dinas bersama Puskesmas akan melakukan fogging atau pengasapan di 22 lokasi atau tempat tinggal dari penderita DBD.

"Fogging ini tujuannya untuk membunuh induk nyamuk pembawa virus DBD. Biar tidak berkembang. Kita akan fogging di tempat tinggal penderita DBD. Selain itu, rumah disekitarnya. Jaraknya 100 meter dari rumah penderita. Fogging ini tujuan pertamnya kita bunuh nyamuk induk betina penyebar virus DBD. Kalau kita tidak bunuh, maka dia berkembang biak dan menular ke yang lain disekitarnya," ujar Regina.

Ia mengungkapkan, penyuluhan tentang penyakit DBD kepada warga masyarakat akan dilakukan dinas.

"Kami dari dinas, melalui Puskesmas selalu beri penyuluhan kepada suruh masyarakat Wilayah terkait penyakit DBD ini. Yang paling penting untuk hindar dari penyakit DBD ini, terkait kebersihan lingkungan. Baik dalam rumah maupun luar rumah dengan 3M. Pemberantasan Sarang Nyamuk, dengan kerja Bakti. Wajib tidur menggunakan Kelambu," papar Regina. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved