Berita Kabupaten TTS Terkini

Kades Oof Minta Seleksi Aparatur Desa Jangan Ditunda lagi

Kepala Desa Oof, Kecamatan Kuatnana,Yeremias Niko Bety minta seleksi aparatur desa di TTS jangan ditunda lagi.

Kades Oof Minta Seleksi Aparatur Desa Jangan Ditunda lagi
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten TTS, George Mella 

Kepala Desa Oof, Kecamatan Kuatnana,Yeremias Niko Bety minta seleksi aparatur desa di TTS jangan ditunda lagi.

POS-KUPANG.COM | SOE - Penundaan seleksi aparatur desa serentak se Kabupaten TTS hingga batas waktu yang ditentukan dengan alasan menunggu pelantikan bupati dan wakil bupati TTS terpilih membuat Kepala Desa Oof, Kecamatan Kuatnana,Yeremias Niko Bety angkat bicara.

Menurutnya, seleksi aparatur desa yang terus ditunda sangat mengganggu roda pemerintahan di desa.

Pasalnya, selain sumber daya manusia aparatur desa yang saat ini ada sangat terbatas dalam hal kompetensi, banyak aparatur desa yang memilih tidak lagi berkantor pasca pemerintah membuka seleksi aparatur desa serentak.

AJI Denpasar Menuntut Pemberian Grasi Terhadap Otak Pembunuh Wartawan di Bali Dicabut

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar seleksi aparatur desa bisa segera kembali dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di desa.

"Ini masyarakat main tanya terus, jadi seleksi atau tidak? Ini kenapa di tunda terus? Alasannya apa? Tunda sampai kapan?. Ini pertanyaan yang terus dipertanyakan masyarakat. Saya juga bingung mau jawab bagaimana. Kasihan masyarakat yang sudah daftar untuk ikut seleksi. Jadi kalau bisa lanjut kembali saja seleksinya jangan main tunda lagi," pintanya saat dihubungi melalui telepon, Rabu ( 23/1/2019) pagi.

Lelaki Paruh Baya Ini Berani Hadapi Seorang Diri 5 Pencuri Ternak demi Mempertahankan Sapi Miliknya

Terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( BPMD) Kabupaten TTS, George Mella membenarkan penundaan perekrutan aparatur desa dengan alasan menunggu pelantikan bupati dan wakil bupati TTS terpilih.

Dia mengatakan, hal ini berdasarkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan Plh Bupati TTS.

Ia mengatakan, penundaan ini jelas jangan mengganggu beberapa agenda penting yang akan dilakukan di desa, seperti musrembang tingkat desa dan pencairan dana desa.

Pasalnya saat ini, cukup banyak aparatur desa yang sudah tidak bekerja lagi dengan alasan meninggal dunia, alasan usia dan sakit. Oleh sebab itu, pelaksanaan seleksi aparatur desa dimaksudkan untuk mengisi kekosongan aparatur desa yang ada dan meningkatkan SDM para aparatur desa.

"Prinsipnya kita menghormati printah atasan. Kalau disuruh ditunda, ya kita tunda. Namun penundaan ini jelas akan mengganggu agenda musrembang dan roda pemerintahan, pelayanan dan pembangunan di desa. Padahal, seleksi aparatur desa serentak ini dimaksudkan untuk meningkatkan sumber daya manusia aparatur desa yang ada sehingga dalam menjalankan roda pemerintahan, pelayanan, pembangunan dan pengelolaan dana desa bisa lebih maksimal. Apa lagis sekarang serba komputer. Kita tahu sendiri seperti apa kemampuan aparatur desa kita saat ini," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved