Berita Kabupaten Manggarai

Gerakan Demokrasi tanpa Diskriminasi Gelar “Seribu Lilin dari Ruteng untuk Indonesia

GDtD) akan menggelar malam seribu lilin untuk Indonesia, di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Manggarai. Aksi ini bertepatan dengan hari bebasnya mantan

Gerakan Demokrasi tanpa Diskriminasi  Gelar “Seribu Lilin dari Ruteng untuk Indonesia
FOTO ROFIANTINUS ROGER/DOK
FOTO ROFIANTINUS ROGER/DOK KOMUNITAS-Inlah Kominitas Anak Muda Manggarai yang akan mengelar aksi seribu lilin untuk Indonesia. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Ragam  komunitas yang bergabung dalam Gerakan Demokrasi tanpa Diskriminasi (GDtD) akan menggelar malam seribu lilin untuk  Indonesia, di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Manggarai.  Aksi ini bertepatan dengan hari bebasnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, Kamis (24/01/2019).

Aksi bakar seribu lilin ini didukung oleh komunitas-komunitas di yang ada di Kota Ruteng antara lain Radio Manggarai 94,70 FM, Lingko Widang Group, Komunitas Pencinta Ruteng (KPR), Komunitas A-13, Lentera Sastra Ruteng, SwaraNTT.net, Komunitas A13, Komunitas Pencinta Burung, KSP Kopdit Rico Mandiri, Manggarai Motor Clasic dan Perhimpunan Solidaritas Indonesia.

Waspada! Modus Pinjam  Sepeda Motor  di Maumere

Selain akan diisi dengan kumandang lagu-lagu nasional pemacu semangat, acara ini akan berisi pendarasan doa bersama untuk Persatuan Indonesia oleh rohaniwan, testimoni perwakilan komunitas tentang semangat kebangsaan dan pembacaan puisi oleh Komunitas Lentera Sastra.

Agus Sosiawan Pimpin HATHI NTT Periode 2018-2021! Ini Figur Lengkap Pengurusnya

Kordinator Kegiatan 1000 Lilin untuk Indonesia, Rofiantinus Rogerkepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Rabu (23/1/2019) pagi, mengatakan, kegiatan ini melibatkan ragam komunitas. Undangan untuk lintas komunitas di Ruteng pun sudah disebar panitia.

 “Melalui kegiatan ini, kami ingin menggugah semangat anak muda Kota Ruteng untuk semakin memiliki perasaan dan kesadaran yang sama untuk merawat Indonesia, menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

Menjawab pertanyaan publik soal, mengapa harus dilaksanakan bertepatan dengan hari bebas Basuki Tjahja Purnama (BTP), ia menjelaskan, bagi GDtD, BTP merupakan sosok fenomenal dan inspiratif untuk anak muda. Prinsip hidupnya, patut dicontoh. Keberaniannya untuk memperjuangkan kebenaran patut diteladani.

 “Kami tidak sedang mendewakan BTP sebagai seorang manusia biasa, melainkan mengambil prinsip-prinsip dan nilai-nilai kebangsaan yang ia perjuangkan,” tandasnya.

WASPADA ! Gelombang hingga Tujuh Meter di Perairan NTT

Ia menegaskan, kegiatan 1000 lilin tidak berafiliasi dengan kepentingan politik manapun dalam kegiatan ini. Kegiatan ini bersifat terbuka untuk komunitas politik, komunita sosial dan komunitas religius apapun di Ruteng.

“Ahok sendiri sudah bertransformasi dari “Ahok” menjadi Basuki Tjahja Purnama, yang acapkali identik dengan identitas primordial tertentu. Bagi kami, BTP adalah orang Indonesia bebas dan warga negara merdeka,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved