Gembong Pencuri Diseret Lagi ke Penjara

John Soge alias Borju (31), gembong pencuri di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, kini diseret lagi ke penjara di Lapas kelas III Lembata. Pasalnya,

POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
DISERAHKAN KE JAKSA -- Tiga penyidik Polres Lembata saat menyiapkan berkas perkara tahap 2 untuk menyerahkan tersangka pencuri, Borju (duduk) ke Kejaksaan Negeri Lembata, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- John Soge alias Borju (31), gembong pencuri di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, kini diseret lagi ke penjara di Lapas kelas III Lembata.

Pasalnya, pria beristri dan punya satu anak ini melakukan lagi aksinya, mencuri di rumah polisi di Wangatoa, Lewoleba.

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanis Wila Mira, membenarkan adanya penanganan kasus tersebut, ketika dihubungi Pos Kupang.Com dari Lewoleba ke Kupang, Selasa (22/1/2019).

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com di Mapolres Lembata, Selasa (22/1/2019), menyebutkan, Borju merupakan seorang residivis. Beberapa kali yang bersangkutan dihukum penjara karena melakukan tindakan pencurian di Kabupaten Lembata. Kali ini yang bersangkutan diproses lagi karena mencuri di rumah polisi.

Kasus itu, katanya, berawal dari suatu hari di akhir tahun 2018 lalu, Borju masuk ke sebuah rumah kontrakan di wilayah Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Lewoleba. Saat masuk ke dalam rumah itu, ada sejumlah warga menyaksiksikannya. Namun mereka mengira bahwa yang bersangkutan adalah kenalan atau keluarga dari polisi tersebut.

Pasalnya, setelah masuk ke dalam rumah, Borju masih mengambil nasi di rice cooker kemudian makan. Selain itu, oknum pelaku juga masih duduk dan menonton televisi di rumah tersebut. Faktor itulah yang membuat warga mengira kalau Borju adalah keluarga atau sahabat korban yang tinggal si rumah tersebut.

Selama Borju berada di rumah tersebut, penghuni rumah itu tak menyadari sama sekali. Bahkan mereka mulai mengantuk sehingga bangun dan tidur. Setelah mereka tidur, pada saat itulah Borju mulai beraksi dengan mengambil sejumlah barang berharga kemudian membawa pergi.

Keesokan harinya barulah korban menyadari bahwa rumahnya telah disatroni maling. Dalam kasus itu, sejumlah barang berharga, uang dan handphone, hilang digasak pencuri. Mulai saat itulah polisi melakukan pengejaran dan baru meringkusnya pada akhir November 2019 silam. Sejak itu, Borju dijebloskan ke sel Mapolres Lembata.

"Berkas perkara kasus Borju sudah sampai pada tahap P21. Makanya, siang tadi (Selasa 22/1/2019) berkaa perkara dan oknum tersangka diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata untuk diproses lebih lanjut," tandas Iptu Yohanis.

Dalam kasus tersebut, lanjut dia, penyidik menjerat pelaku dengan pasal 363 ayat 1 ke-1 dan ke-5 KUHP dengan ancaman pidana minimal 7 tahun dan maksimal 9 tahun penjara. "Mengingat Borju merupakan residivis maka sanksi hukuman yang dijatuhkan ditambah lagi dengan pemberatan, sehingga ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," ujar Yohanis. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved