Berita Kota Kupang Terkini

Penertiban Penjualan Daging Babi di Pinggir Jalan di Kota Kupang Masih Berlanjut

Penertiban penjualan daging babi di pinggir-pinggir jalan seputaran Kota Kupang akan terus berlanjut.

POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Petugas pengawas sedang memantau penjualan daging babi di pinggir jalan Bakunase, Kota Kupang, Senin (21/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Bidang Veteriner Dinas Pertanian Kota Kupang, Ir. Robert Laisina mengungkapkan, penertiban penjualan daging babi di pinggir-pinggir jalan seputaran Kota Kupang akan terus berlanjut.

"Yah kita tentu akan upayakan agar penjualan daging babi ini bisa berjalan tertib. Supaya bisa sesuai standar kesehatan, ramah lingkungan dan tidak menganggu keindahan dan kenyamanan kota," ungkap Robert saat ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa (22/1/2019) di ruang kerjanya.

Dari hasil pantauan tim pengawas dan dokter hewan, kata Robert, 18 tempat penjualan daging babi di pinggir-pinggir jalan tidak memenuhi standar kesehatan dan tidak memiliki ijin operasional.

Begini Persiapan Pemkab Sumba Barat Menjelang Pesta Budaya Pasola Lamboya 2 November 2019

Ke depan, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah Kota Kupang dan berbagai instansi terkait untuk membicarakan kebijakan seperti apa yang harus dibuat untuk menertibkan penjualan daging babi di pinggir-pinggir jalan.

BREAKING NEWS: Gudang Milik Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko Terbakar

Selain tidak memenuhi standar kesehatan karena dijual di ruang terbuka dan mudah terkontaminasi dengan kotoran, kata Robert, menjual di pinggir jalan tidak ramah lingkungan dan membuat pemandangan di Kota Kupang menjadi tidak indah.

Lanjutnya, agar kesehatan daging bisa terkontrol, ternak babi harus disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) di Oeba.

"Di sana pasti aman, sebelum dan sesudah disembelih ada tim pengawas dan dokter yang akan memeriksa untuk memastikan apakah daging tersebut sehat dikonsumsi," ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya, juga akan membicarakan soal lokasi penjualan daging babi. "Yah yang pasti kita tidak memangkas bisnis orang, hanya mau kita tata secara baik. Kita tempatkan di lokasi tertentu," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved