Berita Kabupaten Sikka Terkini

Juru Survei dan Juru Analis Pinjaman Obor Mas Jalani Diklat di Hotel Mewah

Sebanyak 50 orang karyawan juru survei dan juru analis pinjaman KSP Kopdit Obor Mas Maumere menjalani Diklat di Hotel GO, Kota Maumere.

Juru Survei dan Juru Analis Pinjaman Obor Mas Jalani Diklat di Hotel Mewah
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
GM KSP Kopdit Obor Mas Maumere, Leonardus Frediyanto Moat Lering (kemeja putih) dan Ketua KSP Obor Mas, Andreas Mbete, bersama para manajer cabang dalam Diklat di Hotel GO Maumere, Selasa (22/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Sebanyak 50 orang karyawan juru survei dan juru analis pinjaman KSP Kopdit Obor Mas Maumere menjalani pendidikan dan latihan (Diklat) di Hotel GO, Kota Maumere.

Hotel beralamat di jantung Kota Maumere merupakan salah satu hotel dengan fasilitas mewah di Maumere beroperasi sejak bulan September 2018.

"Biaya diklat satu minggu ini habiskan Rp 142 juta. Kontribusi setiap peserta Rp 845 ribu, biaya hotel Rp 87.845.000. Diklat kita lakukan di hotel dengan fasilitas mewah, saya harapkan manfaat kesempatan ini dengan baik," ujar General Manajer (GM) KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, kepada 50 peserta diklat, Selasa siang.

Gempa Bumi 6.7 SR Kembali Guncang Barat Daya Sumba Barat NTT, Getarannya Dirasakan di Waingapu

Kepada juru survei dan analis pinjaman, Yanto sapaan Frediyanto mengingatkan supaya manfaatkan waktu pelatihan ini sebaik mungkin. Ia minta mereka memposisikan diri seperti botol yang kosong supaya diisi dengan pengetahuan selama sepekan.

"Kosongkan semua kelebihan dan kemampuan dalam diri masing-masing untuk terima ilmu baru. sebab, kalau botolnya sudah penuh duluan, akan keluar semua," wanti-wanti Yanto.

Rafael Daud Ga Nyatakan Tekad Bagi Masyarakat NTT, Ini yang akan Dilakukannya

Menurut Yanto, pelatihan dilakukan di awal tahun 2019 untuk menjalani salah satu kesepakatan musyawarah tahun lalu. Segelintir anggota tertib meminjam tetapi tidak tertib menjalankan cicilan kredit.

"Kalau anggota tunggak kredit, yang salah pemberi pinjaman. Mungkin salah survei dan salah kasih pinjaman sehingga bikin macet. Diklat ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang kita jalankan setiap hari. Kita motivasi anggota tertib pinjam, tetapi juga tertib membayar cicilan," ujar Yanto.

Peserta pelatihan berasal dari 10 kantor cabang KSP Obor Mas menghadirkan fasilitator Direkur Lembaga Diklat Profesi Koperasi Jasa Keuangan, Stefanus T.Siagian, dan Manajer Puskopdit Maumere, Fransiskus de Fransu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved