Breaking News:

Berita Kota Kupang Terkini

Para Pejabat Eselon Dishub Kota Kupang Masih Berkantor, Ini Alasannya

Para Pejabat Eselon Dishub Kota Kupang Masih Berkantor. Alasannya belum menerima SK yang telah ditandatangani Walikota Kupang.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola

Para Pejabat Eselon Dishub Kota Kupang Masih Berkantor. Alasannya belum menerima SK yang telah ditandatangani Walikota Kupang.

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Kupang, Ignas R Lega, Kepala Bidang Manajemen, David Puas, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Lukas Mata Ratu, dan Kepala Seksi Lalu Lintas Laut, Djeter Lomi, Senin (21/1/2019) masih mengenakan seragam dinas putih biru dan beraktivitas di Kantor Dinas Perhubungan Kota Kupang.

Pasalnya mereka belum menerima Surat Keputusan (SK) yang telah ditandatangani Walikota Kupang untuk memberhentikan dari jabatan atau di-nonjob-kan.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Elly Wairata, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/1/2019), mengatakan, bagaimanapun pemberitaan yang tersebar di luar, sebagai ASN harus tetap menjalankan tugas. Bila sudah ada SK, barulah mengetahui akan ditempatkan dimana.

Dana Belum Cair, Tim Penjaga Pasar Lama Waikabubak Enggan Menjalankan Tugas

Djeter Lomi, mengaku dirinya masih biasa saja dan melakukan aktivitas seperti biasa. "Kita menunggu saja, karena itu kewenangan," ujarnya.

Djeter mengatakan, ada pimpinan yang berhak memberikan statement selanjutnya. Mengenai upaya, lanjutnya, masih melihat nantinya. "Kita lihat saja nanti, kita cuma bawahan," tuturnya.

Sempat Mengelak, Ibu Muda yang Membuang Bayinya di Tepi Sungai Oesapa Mengaku, Ini Pengakuannya

Ignas R Lega ketika diwawancarai pun enggan berkomentar. "No comment," katanya sambil mengangkat kedua tangannya dan bergegas menuju ke mobil.

Selain empat pejabat yang di-nonjob-kan, satu pegawai honorer Obed Lukas Djami.

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, ditemui di tempat berbeda, mengatakan, SK pemberhetian dari jabatan sudah ditandatanganinya sebelum diumumkan dan diserahkan ke BKKPD.

"Mungkin mereka datang untuk mengurus barang-barang. Masa orang tidak boleh datang di kantor? Tidak apa-apa," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved