Berita Internasional Terkini

Kamala Harris, Senator Oposisi yang Calonkan Diri Jadi Capres AS

Senator asal California, Kamala Harris mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden dalam pemilu 2020.

Kamala Harris, Senator Oposisi yang Calonkan Diri Jadi Capres AS
KOMPAS.com /AFP/MARK RALSTON
Senator Partai Demokrat asal California, Kamala Harris. 

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON DC -  Keputusan Harris itu diumumkan dalam program Good Morning America pada Senin (21/1/2019).

"Saya mencintai negara saya. Ini momen saya merasa tanggung jawab untuk berdiri dan berjuang menjadi yang terbaik bagi kita," katanya, seperti diwartakan ABC News.

Jika berhasil mewakili Partai Demokrat dalam pemilu tahun depan dan mengalahkan Trump, Harris bakal menjadi perempuan pertama yang naik pada jabatan tertinggi AS.

Terkait Wacana Pembebasan Abu Bakar Baasyir, Ini Penjelasan Menko Polhukam Wiranto

"Masa depan negara kita tergantung pada Anda dan jutaan orang lainnya mengangkat suara kita untuk memperjuangkan nilai-nilai Amerika," ucapnya.

"Itulah sebabnya saya mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat," imbuhnya dalam sebuah video yang diunggah di Twitter.

Gubernur Laiskodat Serahkan Bantuan, Eriyana: Saya Tidak Menyangka Secepat Ini

Tidak hanya menjadi presiden pertama perempuan AS, tetapi dia juga bakal menjadi wanita kulit hitam pertama yang memegang jabatan tertinggi negara itu jika menang dalam pemilu.

Namun, dia harus mengalahkan Senator Elizabeth Warren dari Massachusetts, anggota kongres Hawaii Tulsi Gabbard, Senator New York Kirsten Gillibrand dan mantan Menteri Perumahan Julian untuk menjadi capres dari Partai Demokrat pada 2020.

Harris pernah dua kali menjabat sebagai jaksa wilayah San Francisco (2004-2011), kemudian dua kali terpilih sebagai Jaksa Agung California (2011-2017).

AFP mewartakan, dia mengambil sumpah jabatan sebagai Senator AS junior California pada Januari 2017.

Harris merupakan perempuan keturunan Asia Selatan dari garis ibunya yang berasal dari suku India Tamil.

Sementara itu, ayahnya berasal dari Jamaika. Orangtuanya berpisah ketika dia berusia sekitar lima tahun. Ibunya membesarkan Harris dan adik perempuannya, Maya, yang menjadi pengacara dan penasihat Hillary Clinton dalam kampanye presiden 2016. Harris sering dengan bangga mengenang dirinya sebagai seorang jaksa penuntut yang melawan bank-bank besar selama krisis keuangan 2008 untuk membela nasib keluarga di AS.

Kini hampir 22 bulan sebelum pemilu 2020, pertempuran untuk menuju Gedung Putih sudah mulai berjalan. Rakyat AS mulai menilai siapa yang mungkin menjadi calon dari partai oposisi untuk menantang Trump. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved