Berita Kabupaten Ende Terkini

Hujan Turun Cepat, Warga Desa Wologai Tengah Bersyukur Bisa Kelola Sawah Tadah Hujan

Hujan turun cepat, warga Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, merasa bersyukur karena bisa mengelola sawah tadah hujan.

Hujan Turun Cepat, Warga Desa Wologai Tengah Bersyukur Bisa Kelola Sawah Tadah Hujan
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Warga Wologai Tengah memperlihatkan sawah tadah hujan di daerah itu, Senin (21/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Hujan turun cepat, warga Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, merasa bersyukur karena bisa mengelola sawah tadah hujan.

Sawah di Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende yang sempat terbengkelai beberapa waktu lalu karena ketiadaan air kini bisa dikelola kembali oleh warga menyusul hujan yang secara intes turun di desa tersebut.

Ludger Sore, warga Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende mengatakan hal itu kepada POS- KUPANG.COM, Senin (21/1/2019) saat ditemui di Desa Wologai Tengah.

Menjelang Pasola, Tokoh Agama Imbau Cegah Miras Masuk ke Sumba Barat

Ludger mengatakan bahwa sawah yang ada di Desa Wologai Tengah semuanya adalah sawah tadah hujan. Sawah dengan tipe demikian hanya bisa dikelola ketika hujan turun dengan intensitas yang tinggi.

"Sawah tadah hujan hanya dikelola setahun sekali menunggu hujan bahkan jarang dikelola kalau hujan biasa-biasa saja. Kami bersyukur pada awal tahun ini hujan turun cukup lebat sehingga sawah warga bisa dikelola," kata Ludger.

Menjadi Kepala Sekolah di Kota Kupang Harus Penuhi 13 Persyaratan, Ini Salah Satunya

Ludger mengatakan bahwa tak kala sawah tidak dikelola maka lahan yang ada dibiarkan begitu saja namun ada juga yang memenfaatkannya menanam jagung dan kacang-kacangan meskipun fungsi utamanya sebagai sawah.

"Namanya saja sawah tadah hujan ya sangat tergantung dari hujan kalau hujan lebat bisa dikelola kalau kecil belum tentu dikelola karena kalau dipaksakan bisa saja padi mati kekeringan," kata Ludger.

Tentang keberadaan sawah yang ada dia berharap agar pemerintah bisa membangun irigasi meskipun kecil cukup untuk mengairi sawah warga sehingga dengan demikian warga bisa mengelola sawah mereka sepanjang tahun minimal dua atau tiga kali setahun tidak seperti saat ini hanya setahun sekali itupun sangat tergantung kepada hujan.

"Kalau ada irigasi tentunya lebih baik sehingga warga bisa mengelola sawah lebih baik tidak tergantung kepada hujan saja," kata Ludger.

Menurut Ludger sawah yang ada di Desa Wologai saat ini tidak lagi sekedar menjadi lahan sawah semata namun juga bisa difungsikan sebagai lokasi wisata.

"Letaknya yang persis berada di pinggir jalan nasional antara Ende dan Maumere terkadang dimenfaatkan oleh para turis untuk berfoto pada saat mereka melewati ruas jalan tersebut," ujarnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved