Berita Kabupaten Lembata Terkini

Dihadang Banjir Besar, Camat Nagawutun Tertahan di Kali Waima

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Nagawutun, Lorens Ofong, tertahan di Kali Waima karena dihadang banjir besar di kali tersebut.

Dihadang Banjir Besar, Camat Nagawutun Tertahan di Kali Waima
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Banjir besar yang menghanyutkan pepohonan dan tertahan di Jembatan Waima. Gambar diabadikan belum lama ini. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pelaksana Tugas (Plt) Camat Nagawutun, Lorens Ofong, tertahan di Kali Waima saat ia hendak berangkat ke tempat tugasnya di Loang pagi tadi, Senin (21/1/2019). Ia tertahan karena banjir besar di kali tersebut.

"Hari ini hanya dua sepeda motor saja yang berhasil diseberangkan. Itu pun saat hari masih gelap. Setelah itu semua kendaraan tertahan di pinggir kali karena banjir besar di Kali Waima," ujar Lorens ketika ditemui POS- KUPANG.COM, di Waijarang, saat ia sedang dalam perjalanan pulang dari Kali Waima ke Lewoleba.

Dikatakannya, saat hujan tak mengguyur Lembata, kali Waima bisa dilalui kendaraan baik sepeda motor maupun jenis kendaraan lainnya. Namun ketika hujan lebat, kali tersebut praktis tak dapat dilewati karena banjir sangat besar. Hal itu sebagaimana persis yang terjadi sejak pagi hingga sore tadi.

Hakim Kabulkan Gugatan Praperadilan Tersangka Kasus Korupsi Proyek Embung di TTU

Atas kejadian itu, katanya, sekitar pukul 10.00 Wita, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur yang didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali turun ke kali Waima. Selama di tempat tersebut, terbetik rencana tentang kiat membendung air yang mengalir di kali tersebut.

Dokter Vivi Imbau Masyarakat Kota Kupang Jeli Saat Membeli Daging Babi di Pinggir Jalan

Mengenai transportasi yang putus melalui kali tersebut, Lorens mengatakan, ada jalan alternatif yang bisa dilewati kendaraan untuk menggapai Loang dan desa-desa lainnya di pesisir pantai utara Kecamatan Nagawutun. Hanya saja, jalurnya jauh sementara pada ruas jalan tersebut, ada dua titik yang bermasalah.

"Di jalan alternatif itu ada dua titik yang selalu dikeluhkan masyarakat. Sebab tanjakannya cukup tinggi dengan kondisi jalan yang sangat licin. Makanya setiap kali kendaraan tiba di tempat itu, para penumpang umumnya turun dan baru naik kembali setelah kendaraan tiba di tempat yang aman," ujarnya.

Dia mengatakan, kesulitan yang dialami masyarakat itu, diestimasikan tak akan berlangsung lama. Pihaknya optimis Pemerintah Propinsi NTT pasti akan segera membangun jembatan Waima. Bila jembatan itu dibangun, maka masyarakat tak kesulitan lagi untuk bepergian.

Ia mengatakan, Bupati Sunur telah berulangkali menyampaikan tentang rencana membangun estuari di jembatan Waima itu. Pembangunan estuari itu untuk menampung air agar bisa mengiri lahan pertanian potensial di Desa Bour dan sekitarnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved