Berita Manggarai Barat Terkini

Belum Ada Regulasi, Biaya Angkut Barang Penumpang Kapal di Labuan Bajo Tergantung Negosiasi

Biaya angkut barang milik penumpang kapal oleh buruh di Pelabuhan Labuan Bajo, tergantung hasil negosiasi antara kedua belah pihak.

Belum Ada Regulasi, Biaya Angkut Barang Penumpang Kapal di Labuan Bajo Tergantung Negosiasi
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Kepala PT Pelni Cabang Labuan Bajo, Herman Amid 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Biaya angkut barang milik penumpang kapal oleh buruh di Pelabuhan Labuan Bajo, tergantung hasil negosiasi antara kedua belah pihak.

Kepala PT Pelni Cabang Labuan Bajo, Herman Amid, menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada regulasi yang mengatur standar harga angkut barang milik penumpang kapal oleh tenaga buruh.

"Kalau untuk biaya angkut barang penumpang tidak ada standarnya. Harga tarifnya sesuai dengan hasil negosiasi antara buruh dan pemilik barang, itu kalau berkaitan dengan portir," kata Herman, saat ditemui di kantornya, Senin (21/1/2019) sore.

14 Februari 2019 Agas Andreas dan Jaghur Stefanus Dilantik Jadi Bupati dan Wabup Manggarai Timur

Dijelaskannya, tenaga buruh pelabuhan tergabung dalam organisasi tersendiri, termasuk koperasinya.

Untuk meminimalisir terjadinya persoalan, pihaknya kata Herman telah berinisiatif untuk pembuatan seragam bagi para buruh pelabuhan.

Ombudsman RI Perwakilan NTT Sering Dapat Pengaduan Terkait Jasa Portir

"Jumlah buruh pelabuhan saat ini sekitar 25 orang. Saya sudah berinisiatif untuk baju seragam yang mereka gunakan. Saat ini mereka sudah punya seragam berwarna merah dan kuning serta punya nomor punggung," kata Herman.

Dijelaskannya, nomor punggung itu agar memudahkan pemilik barang mengingat buruh yang mengangkat barangnya.

"Setiap kali kapal masuk, kami selalu mengingatkan penumpang atau calon penumpang agar memperhatikan nomor punggung buruh yang mengangkut barangnya," kata Herman.

Dia mengakui, pernah terjadi satu kali penumpang mengeluh karena barangnya sulit ditemukan setelah diangkut tetapi akhirnya ditemukan juga.

"Selama ini berjalan cukup lancar. Tidak pernah terjadi persoalan serius antara pemilik barang dengan buruh," kata Herman.

Sedangkan untuk barang kargo atau dari hasil bongkar muat barang kapal kata dia, biayanya ditentukan oleh asosiasi bongkar muat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved