Berita Regional Terkini

Bocah 6 Tahun Tiba-tiba Mengerang Kesakitan, Saat Ditanya Orangtuanya Jawabannya Mengejutkan

Bocah 6 tahun tiba-tiba mengerang kesakitan di kemaluan, saat ditanya orangtuanya ia memberi jawaban yang mengejutkan

Bocah 6 Tahun Tiba-tiba Mengerang Kesakitan, Saat Ditanya Orangtuanya Jawabannya Mengejutkan
KOMPAS.com/DOK POLSEK BATUAJI
Efran Paya Koli (38) warga Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau akhirnya ditangkap polisi, Minggu (20/1/2019) siang. Pria yang sudah lama tidak bekerja ini diamankan polisi karena telah melakukan perbuatan asusila kepada tiga anak tetangganya. 

Bocah 6 tahun tiba-tiba mengerang kesakitan di kemaluan, saat ditanya orangtuanya ia memberi jawaban yang mengejutkan

POS-KUPANG.COM | BATAM - Efran Paya Koli (38) warga Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau akhirnya ditangkap polisi, Minggu (20/1/2019) siang.

Pria yang sudah lama tidak bekerja ini diamankan polisi karena telah melakukan perbuatan asusila kepada tiga anak tetangganya. Efran diamankan di tempat persembunyiannya di kediaman temannya yang berada di Kavling Lama, Sagulung, Batam.

"Saat diamankan pelaku sama sekali tidak ada melakukan perlawanan," kata Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe, Minggu (20/1/2019).

Biaya Perjalanan Dinas DPRD NTT Lebihi Setengah Angka Belanja Daerah

Menurut Dalimunthe dari hasil laporan ketiga orangtua korban, Efran melakukan perbuatan asusilanya ini sudah berulang kali. Namun baru diketahui orangtua mereka pada, Rabu (9/1/2019) kemarin. Dan saat itulah para orangtua korban langsung melakukan visum serta membuat laporan polisinya.

"Mengetahui dirinya dilaporan ke polisi, pelaku langsung melarikan diri dan bersembunyi," jelas Dalimunthe.

Relawan Alor Deklarasi Dukung Alfons Loemau Jadi Anggota DPR RI

Dalimunthe mengatakan kasus ini terungkap saat salah seorang korban inisial NCS (6) secara tidak sengaja mengerang kesakitan pada bagian kemaluan di depan orangtuanya. Orangtua NCS yang panik kemudian bertanya dan dengan polosnya NCS menceritakan pencabulan yang dilakukan Efran.

Pengakuan yang mengejutkan itupun berlanjut dengan investigasi awal oleh orangtua MCS. Hasilnya ternyata korban pencabulan serupa juga dialami oleh dua bocah perempuan lain yang berusia 7 dan 9 tahun yang merupakan teman NCS juga.

"Dalam aksinya pelaku selalu mengajak anak-anak tersebut main ke rumahnya, setelah istrinya pergi mengojek," ujar Dalimunthe.

"Dan sebelum dilakukan asusila, anak-anak ini selalu diberikan uang dan makanan," katanya menambahkan.

Saat ini, lanjut Dalimunthe pelaku sudah berada di Polsek Batuaji dan masih dalam pemeriksaan. "Pelaku ini penggangguran yang sudah berkeluargan dan punya anak, dan kepada penyidik pelaku mengaku khilaf dan stres karena sudah lama tidak bekerja," pungkasnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved