Berita Megapolitan Terkini

Bocah 1,5 Tahun ini Tewas Korban Sakit Hati Ibunya Terhadap Mantan Suami, Begini Kisahnya

Bocah 1,5 tahun ini tewas dianiaya, dia menjadi korban sakit hati ibunya terhadap mantan suami, begini kisahnya

Bocah 1,5 Tahun ini Tewas Korban Sakit Hati Ibunya Terhadap Mantan Suami, Begini Kisahnya
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro dalam konferensi pers di RS Umum Kabupaten Tangerang, Sabtu (19/1/2019). 

Bocah 1,5 tahun ini tewas dianiaya, dia menjadi korban sakit hati ibunya terhadap mantan suami, begini kisahnya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Bocah berusia 1,5 tahun berinisial QLR di Tangerang tewas setelah dianiaya ibu kandungnya, R (27 tahun), Jumat (18/1/2019).

Kepada polisi, R mengaku kerap menyiksa anak kedua dari mantan kedua suaminya lantaran merasa sakit hati.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro mengatakan, QLR adalah anak yang tidak dikehendaki R.

Korban Kecelakaan Lalu Lintas Banyak dari Kaum Milenial, Ini Target Dirlantas Polda Metro Jaya

"R sangat membenci korban karena korban adalah anak kandung yang tidak dikehendaki kelahirannya," ujar Eliantoro dalam konferensi pers di RSU Kabupaten Tangerang, Sabtu (19/1/2019).

Eliantoro menuturkan, QLR merupakan anak hasil hubungan antara R dan mantan suami keduanya. Adapun, saat ini, R hidup bersama suami ketiganya, W (50). W, kata polisi, juga tidak mengetahui bahwa anak tirinya sering mendapat perlakuan kasar dari R.

55 Persen Korban Kecelakaan adalah Kaum Milenial, Ini yang Dilakukan Dirlantas Polda Metro Jaya

Sebab, penganiayaan selalu dilakukan ketika W pergi bekerja. "Suaminya setiap di rumah bersama istri dan korban ini tidak pernah terjadi kekerasan. Kekerasan itu pada saat suaminya kerja," kata Eliantoro.

Sementara itu, tetangga pelaku dan korban sebetulnya sering mendengar R menjerit kesakitan ketika dianiaya ibunya.

Namun, para tetangga memilih diam. "Tidak ada (upaya melerai). Jadi namanya kehidupan kontrakan kelihatannya tidak terlalu banyak campur tangan dengan kehidupan suatu keluarga," ucapnya.

Luka lebam QLR diduga meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit pada Jumat kemarin. Hasil visum menunjukkan, bocah malang tersebut mengalami luka lebam di bagian punggung dan muka.

"Ibu kandung korban mengakui telah melakukan kekerasan terhadap anaknya dengan memukul menggunakan tangan kosong," ujar Eliantoro.

Eliantoro mengatakan, polisi akan mengotopsi jenazah QLR untuk menemukan penyebab kematian. Sementara itu, R akan dibawa ke psikiater untuk diperiksa kejiwaannya.

Polisi menyebut, R kerap merasa jengkel dan marah tanpa sebab apabila melihat kelakuan QLR hingga tega menganiaya.

Akibat perbuatannya, R dijerat Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved