Berita Nasional Terkini

Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Berinisial SAB Diberhentikan, Diduga Ini Penyebabnya

Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan berinisial SAB diberhentikan dengan hormat, diduga ini penyebabnya

Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Berinisial SAB Diberhentikan, Diduga Ini Penyebabnya
KOMPAS.com/Reza Jurnaliston
Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin yang didampingi Kuasa Hukum Syafri, Memed Adiwinata usai melaporkan Rizky Amelia dan Ade Armando di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019). 

Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan berinisial SAB diberhentikan dengan hormat, diduga ini penyebabnya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan SAB resmi diberhentikan secara hormat oleh Presiden. SAB diduga melakukan pelecehan seksual terhadap stafnya berinisial RA.

Usai dilaporkan ke pihak berwajib, SAB pun memutuskan mundur dari jabatanya. Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Poempida Hidayatulloh menuturkan, pemberhentian SAB setelah Presiden Jokowi menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) pada tanggal 17 Januari 2019.

"Alhamdulillah Presiden telah mengeluarkan Keppres No. 12 Tahun 2019 tentang Pemberhentian Dengan Hormat Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan atas nama SAB," kata Poempida melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/1/2019).

Bupati Marsel Tantang Guru Jadikan Kimia Sebagai Mata Pelajaran Mengasyikkan

Ia pun mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang secara cepat menandatangani Keppres tersebut. Menurut Poempida, melalui pemberhentian itu menunjukkan bila Presiden mengapresiasi kontribusi SAB yang telah mengabdi puluhan tahun di BPJS Ketenagakerjaan.

Kepada Penerima PKH, Jokowi Contohkan Orangtuanya: Hidup Susah tapi Pendidikan Anak Nomor Satu

"Ini (pemberhentian dengan hormat SAB) pun menunjukkan betapa bijaknya Presiden yang selalu menempatkan hukum sebagai panglima dan menghormati proses hukum yang berjalan," tutur Poempida.

Poempida mengatakan, dengan pemberhentian itu, SAB bisa lebih fokus untuk menyelesaikan proses hukum yang sedang dijalaninya.

"Saya pribadi berharap semua pihak menghormati semua proses hukum yang sedang berjalan," kata Poempida.

Sebelumnya, RA, pegawai kontrak di Dewas BPJS Ketenagakerjaan mengaku menjadi korban pelecehan seksual atasan tempat dia bekerja. Dia menyebutkan, dirinya menjadi korban pemerkosaan sebanyak empat kali. Sementara SAB sendiri membantah tuduhan yang dilayangkan RA tersebut. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved