Berita Kabupaten Ngada Terkini

Ampera Ngada Tagih Janji Gubernur Laiskodat

AMPERA Ngada menagih janji Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor B Laiskodat terkait dengan penuntasan semua ruas jalan provinsi.

Ampera Ngada Tagih Janji Gubernur Laiskodat
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Ketua AMPERA Ngada, Yohanes Donbosko Ponong 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Aliansi Masyarakat Pejuang Kebenaran (AMPERA) Ngada menagih janji Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor B Laiskodat terkait dengan penuntasan semua ruas jalan provinsi.

Ketua AMPERA Ngada, Yohanes Donbosko Ponong, mengatakan, janji ini harus ditepati karena merupakan pertanggungjawaban moral dan komitmen seorang pemimpin kepada masyarakat NTT.

Ketika paket gubernur yang memberikan janji perbaikan jalan provinsi NTT dan dilantik sebagai Gubernur NTT telah memberikan angin segar bagi masyarakat Riung Raya yaitu Riung Selatan, Riung Barat dan Riung Induk.

10 Rumah Bantuan Kemensos di Mata Air Tuntas Bulan Maret 2019

Karena rata-rata untuk kabupaten Ngada sebagian besar ruas jalan provinsi berada di wilayah Riung raya.

Mantan Sekjend PMKRI Cabang Ende ini membeberkan, kondisi infrastruktur jalan provinsi NTT kodelein Waepana-Mbazang dan Soa- Poma-Riung kondisinya sangat buruk dan memperihatinkan.

Ambil Material Galian C, Camat Sulamu Ingatkan Pengusaha Jangan Picu Kemarahan Warga

"Pada musim hujan seperti ini, para pengendara sulit membedakan mana badan jalan dan kolam air. Hotmiks sudah terkupas dan banyak jalan berlobang. Sehingga pengendara mesti ekstra hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan," ujar pria yang akrab Bosko, kepada POS- KUPANG.COM, Minggu (20/1/2019).

Ia juga mengatakan, ruas jalan provinsi ini mestinya segerah disikapi oleh pemerintah provinsi karena jalur ini menuju daerah-daerah potensial dan penghasil komoditi terbesar di kabupaten Ngada.

Ruas jalan dengan Kodelein Soa-Poma-Riung adalah akses menunju daerah pariwisata 17 pulau Riung, daerah Torong Padang ada hewan mbou sejenis komodo di Labuan Bajo Manggarai Barat, dan merupakan daerah penghasil kopra terbesar di Ngada.

"Daerah Riung memiliki panorama alam yang estetik dan banyak tempat-tempat wisatawan, tetapi kondisi jalan yang membuat wisatawan mancanegara tidak nyaman ketika ke Riung," ujar Bosko.

Semantara itu ruas jalan Kodelein Waepana-Mbazang adalah ruas jalan menunu perbatasan di kali Bakit yang menghubungkan daerah Ngada dengan Manggarai Timur.

Akses jalan ini melewati daerah-daerah potensial sebagai penghasil komoditi gaba, kopi, kemiri, kakao, pisang, ubi kayu dan jagung.

Para petani dari daerah Benteng Tawa Raya ini kurang evektif menjual komoditinya di Bajawa karena kondisi jalan yang memperihatinkan.

"Para petani benar-benar ditindas oleh para tengkulak yang membeli hasil dengan menetapkan prinsip harga suka tidak suka," Bosko.

Bosko menjelaskan ruas jalan provinsi yang ada di wilayah Riung Raya dikerjakan sejak tahun 1994, sudah kurang lebi 25 tahun ruas jalan tersebut tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah provinsi.

Ia mengatakan AMPERA meminta agar pembahasan kerusakan jalan provinsi tersebut tidak boleh hanya didengungkan pada saat atau menjelang pemilihan Gubernur NTT.

"Kalau kita ikuti janji Gubernur NTT saat ini, artinya pada tahun 2021 tidak ada lagi ruas jalan provinsi NTT yang buruk. Sehingga kami dari Ampera kawal ini janii dan meminta kapan janji tersebut direalisasikan," tegas Bosko. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved