Berita Ekonomi Bisnis

Harga Telur dan Daging Ayam Tinggi Gubernur NTT Dorong Sektor Peternakan

Gubernur NTT mendorong sektor peternakan agar telur dan daging ayam di NTT bisa mandiri dan harga tidak tinggi

Harga Telur dan Daging Ayam Tinggi Gubernur NTT Dorong Sektor Peternakan
pos kupang
Ibu Ali, penjual daging ayam potong di pasar Kasih, Kota Kupang, Rabu (5/7/2017). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Kupang masih relatif tinggi misalnya telur ayam masih berkisar Rp 48.000 sampai Rp 60.000 per papan (30 butir).

Demikian juga dengan harga terigu yang masih bergerak antara Rp 9. 000 -Rp 10.000 per kilogram (kg).

Pantauan di Pasar Kasih Naikoten 1, Kupang, Kamis (17/1/2019), harga telur ayam terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok telur ayam dengan ukuran kecil dijual dengan harga Rp 48.000/papan, ukuran sedang Rp 55.000/papan dan ukuran besar Rp 60.000/papan

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Diskusi Ekonomi di Graha Pena Kupang, Rabu (15/1/2019) mengatakan, pemerintah akan mendorong pertumbuhan di sektor peternakan ayam.

Konjen RRT Gagas Kerja Sama di Undana, Simak Apa Yang Dilakukan Pada Mahasiswa di NTT

Tercata Pertama Dalam Sejarah ! Camat Pulau Ende Dapat Mobil Dinas

NTT, kata Laiskodat, harus bisa menghasilkan daging dan telur ayam untuk mengurangi ketergantungan telur dan daging ayam dari luar
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT siap mendukung dan mendorong pengembangan ternak ayam potong dan ayam petelur guna memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur ayam di NTT.

Viktor mengatakan, harga daging ayam dan telur ayam mahal karena tata niaga kedua produk itu hanya dikendalikan oleh dua perusahaan yakni Java dan Pokphan.

Harga daging ayam potong yang menjadi pemicu inflasi di NTT pada Desember 2018 lalu juga masih bergerak antara Rp 60.000/kg- Rp 65.000/kg. Sedangkan harga daging sapi masih bertahan Rp 90.000 per kilo gram.

Seorang pembeli, Juriah Abu yang ditemui di Pasar Kasih, Kamis (17/1/2019), mengatakan, harga barang-barang kebutuhan rumah tangga masih tinggi sejak kenaikan menjelang tahun baru 2018.

"Kalau jelang Natal, harga-hargan masih relatif stabil. Tapi setelah Natal, harga-harga mulai naik. Sampai sekarang belum turun," katanya. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved