Berita Kabupaten Lembata Terkini

Saat Orasi ! Kanis Minta Masyarakat Jangan Takut Hadapi Bupati Lembata

termasuk jangan takut kepada Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur. Kalau Bupati lakukan kesalahan, maka masyarakat patut menegurnya. Karena itu masyar

Saat Orasi ! Kanis Minta Masyarakat Jangan Takut Hadapi Bupati Lembata
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
UNJUKRASA -- Kanis Soge saat berorasi di depan Gedung DPRD Lembata, Kamis (17/1/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Orator ASTAGA, Kanis Soge meminta masyarakat agar jangan takut terhadap pemerintah, termasuk jangan takut kepada Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur. Kalau Bupati lakukan kesalahan, maka masyarakat patut menegurnya. Karena itu masyarakat jangan takut.

Kanis Soge juga berulang kali meminta masyarakat untuk tidak memilih anggota Dewan yang saat ini berada di Gedung DPRD Kabupaten Lembata. Sebab anggota Dewan itu tak menghargai kedatangan masyarakat yang ikut dalam aksi tersebut.

Beberapa kali Kanis membakar massa dengan mengungkap kisah masa lalu Pulau Siput Awololong, yang disambut massa dengan teriakan yang histeris. Mereka meminta pemerintah membatalkan rencana pembangunan kolam apung awololong, juga mengusut kasus rusaknya jembatan mini di kali Waima serta menolak pemerintah membangun rumah jabatan 2 bupati Lembata.

Gaya membakar spirit massa juga dilakukan orator lainnya, Broin Tolok. Broin berulang kali meminta anggota DPRD Lembata agar menyadari bahwa kedatangan massa dalam unjuk rasa itu untuk menanyakan keterlibatan Dewan dalam melakukan setting untuk membangun kolam apung pulau awololong.

Dinkes Manggarai Antisipasi DBD ! Ini Penjelasan Kepala Dinas

"Bagaimana mungkin anggota dewan bersama-sama pemerintah melakukan setting untuk membangun kolam apung tanpa sosialisasi kepada masyarakat. Ini kesalahan sangat fatal. Untuk itulah kami datang meminta pertanggungjawaban Dewan," tandas Broin.

Ia juga menyoroti rencana pembangunan rumah jabatan 2 bupati Lembata, padahal selama.ini telah ada rumah jabatan yang dibangun dengan keringat darah masyarakat. "Untuk apa dibangun lagi rumah jabatan kalau saat ini sudah ada rumah jabatan namun tidak ditempati?" ujar Broin.

Alangkah baiknya, lanjut Broin, anggaran untuk rujab 2 bupati tersebut dialokasikan untuk item pembangunan lainnya yang lebih dibutuhkan masyarakat Lembata. "Kalau Rujab yang ada ini tidak segera ditempati, maka kami akan memaksa bupati untuk datang dan tinggal di rujab itu. Jangan takut tinggal di rujab itu karena dibangun oleh masyarakat," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved