Berita Kabupaten Sumba Timur

Masuk Tahap II ! Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang di Sumba Timur

Penyidik Satreskrim Polres Sumba Timur kini melaksanakan tahap II terhadap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan tersangka SN (49) dan

Masuk Tahap II ! Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang di Sumba Timur
istimewa
Tersangka SN (49) dan EKB (45) saat diserahkan ke JPU. 

Laporan Wartawan Pos kupang.com, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Penyidik Satreskrim Polres Sumba Timur kini melaksanakan tahap II terhadap kasus  tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan tersangka SN (49) dan EKB (45) beserta barang bukti (BB) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penyerahan kedua tersangka bersama BB ke JPU untuk di sidangkan di Pengadilan Negeri Waingapu, Rabu (16/1/18) siang.

Kapolres Sumba Timur AKBP. Victor MT. Silalahi, SH.,MH menyampaikan hal itu yang dikirim oleh Bagian Humas Polres Sumba Timur kepada POS-KUPANG. COM, Kamis (17/1/2019).

Victor menjelaskan, sewaktu di lakukan tahap 2, tersangka SN mengeluh sakit jantung sehingga JPU meminta penyidik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terlebih dahulu. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, dokter menyatakan tersangka SN dalam keadaan sehat, sehingga tersangka di bawah kembali ke kejaksaan untuk di lakukan tahap 2.

Menuju Pra PON 2019 ! Taekwondo NTT Siapkan Atlet Full Class

Victor juga menjelaskan, tersangka SN dan EKB terlibat dalam kasus TPPO sesuai dengan laporan polisi nomor : LP/96/VI/2018/NTT/Res ST, tanggal 04 Juni 2018. Mereka disangkakan dengan pasal Perdagangan Orang dan atau Perdagangan Anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau kedua pasal 83 Jo pasal 76F Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dikatakan Victor, sekitar bulan Maret 2018 tersangka SN dan EKB merekrut korban Ngana Ata Lendi yang masih di bawah umur untuk bekerja di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga. Tersangka EKB juga membuat surat pernyataan palsu yang mengatakan bahwa orang tua dari Ngana Ata Lendi bersedia dan menyetujui untuk ia pergi bekerja di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga.

"Di Jakarta, korban di tampung selama 8 hari bersama dengan Selviana Dada Gole dan Regina Kodi Mete di rumah teman tersangka yakni BA. Dari BA inilah para korban mengetahui bahwa mereka akan di kirim dan di pekerjakan di Medan bukan di Jakarta seperti yang di janjikan oleh tersangka,"jelas Victor. 

Saat hendak di berangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta, kata Victor, para korban melarikan diri dan meminta tolong pada orang NTT yang saat itu sedang berada di dalam Kompleks Bandara Soekarno Hatta. Dan pada bulan Mei 2018, para korban di jemput oleh Penyidik Polres Sumba Barat ke Pulau Sumba untuk membuat laporan dan menindak lanjuti kejadian yang tersebut.(*)

 
 

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved