Breaking News:

Berita Kabupaten Manggarai

Madona di Cibal Barat Mengeluh !  Dinas Pendidikan Manggarai Terjunkan Tim  

Dinas Pendidikan Manggarai menerjunkan tim ke SDN Madona di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai guna memantau langsung keluhan warg

FOTO DINAS PENDIDIKAN MANGGARAI/DOK      
TIM-Tim Dinas Pendidikan Manggarai yang diterjunkan sedang bersama para guru di SDN Madona di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Manggarai guna mendengar keluhan fasilitas pendidikan di sekolah itu.   

Mengenai ada ruangan darurat di SDN Madona, Kadis Maksi mengatakan, sesungguhnya bukan ruangan kelas tapi rumah guru yang dibangun dari swadaya masyarakat atau komite.

 “Akan tetapi karena kekurangan 1 ruang kelas maka rumah guru tersebut digunakan untuk ruangan kelas. Jumlah guru di SDN Madona ada 7 orang dengan  2 PNS termasuk kepala sekolah (Bersertifikasi) dan  5 orang guru komite serta semuanya mendapat tambahan penghasilan dari Pemkab Manggarai. Untuk jumlah siswa ada  102 orang,” ungkap Kadis Maksi.

 Ia menegaskan, pada prinsipnya Pemkab Manggarai akan memberikan perhatian penuh pada kemajuan pembangunan pendidikan di Manggarai secara keseluruhan, adil dan merata termasuk  pemenuhan fasilitas pendidikan di SDN Madona.

 “Pengelolaan pembangunan pendidikan di Kabupaten Manggarai menganut prinsip  prioritas, bertahap dan berkelanjutan. Pembangunan ruangan kelas memang menjadi prioritas Namun karena keterbatasan dana maka dilakukan  secara bertahap dan berkelanjutan,” papar Kadis Maksi.

 Ia menuturkan, perhatian pemerintah pada SDN Madona sudah pada tahun 2015  dengan pembangunan ruangan kelas baru dengan pagu anggaran Rp. 153.337.900.

 “Tahun 2016 pemerintah  telah mengalokasikan  satu ruang kelas baru yang bersumber dari dana DAK dengan pagu sebesar Rp 153.337.900 .Sedangkan tahun 2018, Dinas Pendidikan mengusulkan SDN Madona untuk mendapat tambahan satu  ruang kelas baru  bersumber dari dana DAK untuk tahun anggaran 2019. Akan tetapi usulan itu ditolak oleh aplikasi KRISNA ( Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran). Setelah ditelusuri penyebab penolakan usulan satu  ruang kelas tersebut karena data yang terinput di data pokok pendidikan jumlah rombongan belajar enam. Kemudian jumlah ruang kelas 6, seharusnya jumlah ruang kelas harus diinput 5 oleh operator sekolah. Kekeliruan ini telah disikapi dinas dengna mengingatkan operator sekolah untuk menginput data ruangan kelas hanya 5 unit,” ujar Kadis Maksi.

Bantuan lagi bagi SDN Madona, lanjut Kadis Maksi, tahun 2018 SDN Madona mendapat 4 unit speaker aktif yang akan dilanjutkan pemberian bantuan pada tahun 2019 yakni  4 unit laptop, 2 unit proyektor, 1 unit printer multifungsi dan 2 unit modem.

“Tahun 2019 pemerintah melalui dana dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah memberi bantuan kepada SDN Madona Koleksi Buku Perpustakaan senilai Rp. 55.000.000.

Perlu kami sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai sangat serius memperhatikan pemenuhan fasilitas pendidikan di Kabupaten Manggarai secara keseluruhan dan di SDN Madona khususnya.

Kekurangan 1 ruang  kelas di SDN Madona pemerintahmemastikan akan diintervnsi pada tahun 2020. Kemudian pembangunan laboratorium, perpustakaan, ruang guru, kantor dan kantin sekolah akan dibangun secara bertahap,” tutur Kadis Maksi.(ris)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved