Berita Kota Kupang

Penyidik Polda NTT ke Yogyakarta, Periksa Saksi Korban Kasus Pencekalan Mahasiswa

penyalahgunaan wewenang oleh Plt Kadis Nakertrans NTT dan anggota Satgas Human Trafficking yang dilaporkan Selfina Etidena (24)

Penyidik Polda NTT ke Yogyakarta, Periksa Saksi Korban Kasus Pencekalan Mahasiswa
pos kupang/hermina pello
Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak Polda NTT merespon cepat laporan kasus perampasan kemerdekaan, membuat perasaan tidak menyenangkan dan penyalahgunaan wewenang oleh Plt Kadis Nakertrans NTT dan anggota Satgas Human Trafficking yang dilaporkan Selfina Etidena (24).

Kasus yang menyeret Plt Kadis Nakertrans dan lima anggota satgas itu dilaporkan oleh Selfina dan kuasa hukumnya, Dedy Jahapay SH pada Senin (14/1/2019) sore buntut dari insiden pencekalan yang dialaminya di Bandara Internasional El Tari Kupang pada Jumat (4/1/2019) siang.

Saat itu, Selfina yang transit  di Bandara Internasional El Tari Kupang dalam perjalanannya ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dicekal oleh satgas Human Trafficking Nakertrans Provinsi NTT karena dicurigai sebagai pekerja non prosedural.

Akibatnya, mahasiswa semester VII STT Galilea Yogyakarta itu tidak dapat melanjutkan perjalanannya dan “ditelantarkan” lebih dari satu Minggu di Kupang.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast pada Rabu (16/1/2019) menjelaskan bahwa terkait kasus yang dilaporkan oleh Selfina hingga saat ini tidak ada pencabutan laporan oleh pihak pelapor. Ia menjelaskan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan sedang berlangsung.

Selfina Etidena
Selfina Etidena (POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI)

“Saat ini masih berjalan proses penyelidikannya, pihak kepolisian saat ini sedang memeriksa saksi korban. Pihak penyidik ke Yogyakarta, karena yang bersangkutan baru terbang ke Yogyakarta pada Selasa (15/1/2019) kemarin,” jelasnya.

Disinggung soal tempat pemeriksaan, Kabid Humas menjelaskan bahwa pemeriksaan dilaksanakan di Yogyakarta karena tidak mungkin meminta saksi korban kembali ke Kupang karena baru saja berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti proses perkuliahan.

Sebelumnya diberitakan, Selfina yang didampingi pamannya, dan Dedy Jahapay SH yang bertindak sebagai kuasa hukumnya mendatangi SPKT Polda NTT di jalan Soeharto Kota Kupang dan membuat laporan polisi pada pukul 16.00 Wita.

Mahasiswa asal Desa Pido Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor itu melaporkan Plt Kadis Nakertrans NTT dan lima anggota Satgas TPPO Nakertrans yang bertugas di Bandara dengan tuduhan kasus perampasan kemerdekaan, membuat perasaan tidak menyenangkan dan penyalahgunaan wewenang.

Sisilia Sona, Plt. Kadis Nakertrans, usai menerima berkas pernyataan sikap dari Aliansi Peduli Kemanusiaan di depan halaman kantor Nakertrans.
Sisilia Sona, Plt. Kadis Nakertrans, usai menerima berkas pernyataan sikap dari Aliansi Peduli Kemanusiaan di depan halaman kantor Nakertrans. (POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI)

Dedy Jahapay SH, selaku kuasa hukum korban kepada POS-KUPANG.COM menyatakan terlapor dituduhkan melanggar pasal 333 KUHP,335 KUHP dan 421 KUHP.

Halaman
1234
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved