Minta Jatah Pembangunan Masjid 20 Persen, PNS Kemenag Lombok Terjaring OTT

Staf Zawa Ibsos Kanwil Kementerian Agama Lombok Barat, Lalu Basuki Rahman, tejerak Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Minta Jatah Pembangunan Masjid 20 Persen, PNS Kemenag Lombok Terjaring OTT
Dok Polres Mataram Mataram/Kompas.Com
Tersangka OTT Oknum PNS Kemenag Lombok Barat saat terjaring OTT terkait dana Bantuan Masjid terdampak Gempa 

Minta Jatah Pembangunan Masjid 20 Persen, PNS Kemenag Lombok Terjaring OTT 

POS-KUPANG.COM, MATARAM - Staf Zawa Ibsos Kanwil Kementerian Agama Lombok Barat, Lalu Basuki Rahman, tejerak Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Mataram, Selasa pagi (15/1/2019) pukul 09.00 Wita.

Ia ditangkap di kawasan Gunung Sari Lombok Barat.

Informasi yang diperoleh Kompas.com, saat tim penyidik menggelandang Lalu BSR ke Polres Mataram untuk menjalani pemeriksaan, ditemukan 2 buah amplop coklat berisi uang masing masing Rp 5 juta rupiah dan langsung diamankan oleh tim penyidik Polres Mataram.

Terduga OTT langsung menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor Polres Mataram dan siang ini masih menjalani pemeriksaan.

Pengacara Lalu Basuki, Denny Nurindra, mengatakan kliennya ditangkap lantaran ketahuan meminta sejumlah jatah pembangunan masjid yang terdampak gempa di Lombok Barat, masing-masing masjid diminta jatah 20 persen.

Remaja SMP Asal Magelang Digerayangi Tiga Kali. Terungkap Saat HP Disita Guru. Ada Konten Pornografi

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 16 Januari 2019, Capricorn dan Virgo Beruntung

"Masing-masing masjid dia minta jatahnya 20 persen, kalau dananya Rp 200 juta tinggal dihitung 20 persen berapa, ya dia memang meminta jatah dari dana bantuan itu" katanya.

Kapolres Mataram AKBP Syaiful Alam, Selasa (15/1/2019) menjelaskan kronologi operasi tangkap tangan terhadap Lali Basuki Rahman, aparatur sipil negara (ASN) staf KUA Kemenag Lombok Barat, tersangka kasus pungutan liar pembangunan masjid pascagempa.

Kecurigaan aparat Polres Mataram berawal dari lambannya pembangunan 58 masjid korban gempa di NTB.

Alam mengatakan, aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB, Direskrim Unit Tipikor Polres Mataram menyelidiki penyebab lambannya pembangunan 58 masjid dengan anggaran tahap pertama dari Kementerian Agama sebesar Rp 6 miliar.

"Dari hasil pemantauan kami, proses yang lambat dan tidak maksimal dalam pembangunan masjid di Lombok-Sumbawa (NTB) akhirnya kami mendapat informasi dari masyarakat adanya oknum ASN Kementerian Agama yang meminta jatah 20 persen dari dana pembangunan masjid yang terdampak bencana," kata Kapolres.

Ustadz Arifin Ilham Jalani Perawatan di Malaysia, Istri Keduanya Curhat

Vanessa Angel Blak-blakan Soal Disebut 9 Kali Di-booking via Prostitusi Online

Halaman
12
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved