Berita Kabupaten Sumba Barat Daya

Dana Desa Raba Ege 2017 Cair Tanpa Tanda Tangan Ketua BPD

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Paulus Dapa Ole mempertanyakan pencairan dana

Dana Desa Raba Ege 2017 Cair Tanpa Tanda Tangan Ketua BPD
Pos Kupang.com/Petrus Piter
Ketua BPD Desa Raba Ege, SBD, Paulus Dapa Ole bersama teman sesama BPD dan warga saat mendatangi Kantor DPRD SBD, Selasa (15/1/2019) 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, petrus piter

POS-KUPANG.COM/TAMBOLAKA---Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Paulus Dapa Ole mempertanyakan pencairan dana desa tahun 2017 tanpa tanda tangan dirinya selaku ketua BPD setempat.

Karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki kasus dugaan penelantaran pekerjaan jalan desa sejauh 2,8 km yang telah merugikan keuangan desa ratusan juta rupiah

. Ia mempertanyakan mengapa dana desa tahun 2017 bisa cair tanpa tanda tangan dirinya selaku ketua BPD Desa Raba Ege.

Demikian disampaikan Ketua BPD Desa Raga Ege bersama anggota BPD lainnya Apriana Dairo Bota, Marselina Ina Ege, Malo Bapa, Yakobus Dapa Lende, Agustinus Bili Bulu, Obet Bili Toda dan Samuel Bili Tanggu bersama puluhan masyarakat mendatangi kantor DPRD SBD, Selasa (15/1/2019).

Paulus menjelaskan, pembangunan jalam tepat berlokasi di kampung Weekamura, Desa Raba Ege, SBD sejauh kurang lebih 2,8 km. Pelaksana pekerjasn hanya membuka jalan dengan menggusur hingga sejauh sekitar 2,8 km.

Selanjudnya dibiarkan begitu saja hingga sekarang. Jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan hanya dengan berjalan kaki. Apalagi harus melewatan darurat berbahan kayu.

Dikatakan, pihaknya sudah pernah mengadakan rapat bersama penjabat kepala desa Raba Ege saat itu, Matius Ngongo, sekitar Bulan Agustus 2017, mengatakan, berhubung dana pengerjaan jalan sebesar Rp 191 juta sudah diserahkan ke kontraktor maka dirinya akan meminta kontraktor itu segera menuntaskan. Sayangnya sampai saat ini belum dikerjakan pula.

Sementara itu.Agustinus Suru.Lena, mantan Kepala Desa Raba Ege yang juga ikut dalam aksi itu menambahkan, perencanaan kegiatan pembangunan jalan desa dan jembatan dibuat pada masa kepeminpinannya.

untuk dua item pekerjaan itu merencanakan dana sekitar Rp 470 juta. Menjadi pertanyaan apakah semua dana terpakai, atau hanya sebagian yakni hanya pekerjaan pembukaan jalan itu. Lalu dimana sisahnya.

Baginya warga hanya membutuhkan ketegasan penyelesaian jalan itu agar warga bisa melintasnya dengan baik. (*t)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved