Berita NTT Terkini

Bibit Apel India Tidak Perlu Didatangkan Lagi dari Jawa

salah satu usaha yang jadi tren sekarang adalah kom apel. Kom lokal memang ditemukan dimana saja disetiap daerah yang tumbuh liar di hutan-hutan.

Bibit Apel India Tidak Perlu Didatangkan Lagi dari Jawa
Pos Kupang.com/Edy Hayong
Yohanes Lalang menunjukan bibit kom apel yang dikembangkannya.Gambara diabadikan, Rabu (16/1/2019) 

 Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I NOELBAKI----Menyebut Apel India tentu asing ditelinga kebanyakan orang khusus di NTT. Sesungguhnya Apel India ini merupakan hasil persilangan antara batang bidara atau kom (bahasa Kupang, red) lokal yang bisa ditemukan dimana-mana di NTT dengan kom apel yang selama ini banyak dikembangkan di Semarang, Jawa Tengah.

Jika selama ini orang lebih banyak mendatangkan bibitnya dari Semarang maka saat ini sudah bisa dikembangkan oleh Yohanes Lalang di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah.

Yohanes Lalang kepada POS KUPANG.COM, Rabu (16/1/2019) menuturkan, salah satu usaha yang jadi tren sekarang adalah kom apel. Kom lokal memang ditemukan dimana saja disetiap daerah yang tumbuh liar di hutan-hutan.

Buah kom lokal biasanya kecil-kecil tetapi kom apel buahnya agak besar seperti buah tomat. Untuk menghasilkan buah kom apel ini, kata Yohanes, tidak susah karena dirinya sudah melakukan ujicoba.

Yohanes yang juga Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) dampingan Balai Besar Penyuluhan Peternakan (BBPP) Kupang ini mengatakan, tanaman kom apel memang masih langka. Untuk mendapatkan anakan kom apel harganya Rp 100.000/anakan karena bermanfaat cukup besar.

"Saya saat ini tengah kembangkan anakan kom apel atau biasa disebut apel India. Saya silangkan antara batang pohon kom lokal dengan kom apel yang saya bawa dari Semarang dan tanam di lahan pertanian saya.

Ternyata berhasil sehingga saya pikir kita tidak perlu datangkan lagi dari Jawa karena kitapun bisa kembangkan di NTT," katanya.

Yohanes menuturkan, baru-baru ini pihak Undana mengambil 60 anakan kom apel yang dikembangkannya. Dia berencana pada tahun 2019 ini akan mengadakan 2.000 anakan kom apel karena harganya sedang "naik daun". Keunggulan dari kom apel yang dikembangkannya ini, dalam 4-5 bulan sudah bisa berbuah dan rasanya seperti buah apel. (*)


Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved