Berita Dosen Politani Selingkuh

Ketua BEM Politani Kupang Angkat Bicara Soal Kasus Dosen Selingkuhi Mahasiswinya

Ketua BEM Politani Kupang, Alfonsus Wolla angkat bicara soal kasus dosen LL yang selingkuhi mahasiswi.

Ketua BEM Politani Kupang Angkat Bicara Soal Kasus Dosen Selingkuhi Mahasiswinya
Tribun Video
Dosen Politani Kupang selingkuhi mahasiswinya yang masih duduk di semester satu. 

POS-KUPANG.COM - Ketua BEM Politani Kupang, Alfonsus Wolla angkat bicara soal kasus dosen LL yang selingkuhi mahasiswi.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, Alfonsus Wolla mengharapkan sanksi tegas kepada oknum dosen yang selingkuh.

Tidak tanggung-tanggung, dirinya menuntut oknum dosen Politani Kupang yang selingkuh dipecat.

Mahasiswa Tuntut Pecat Dosen yang Selingkuh dengan Mahasiswi, Direktur Politani Kupang Bilang Begini

Politani Kupang Masih Gantung Nasib Doktor LL, Dosen yang Selingkuhi Mahasiwinya, GMTN

"Kalau dari saya pemecatan saja, karena sudah mencoreng nama baik lembaga, apalagi sudah viral dimana-mana," ungkapnya ketika ditemui di kampusnya, Senin (14/1/2019).

Alfonsus juga sangat menyayangkan perbuatan oknum dosen Politani Kupang berinisial LL yang seharusnya membimbing dan mengarahkan para mahasiswa. Bukan sebaliknya menjalin hubungan khusus dengan mahasiswinya.

"Anggap saja dia orangtua di kampus, tapi dia melakukan hal yang tidak baik," katanya.

Untuk oknum mahasiswi, kata Alfonsus, harus diberikan sanksi tegas berupa drop out (DO).

"Kalau masalah mahasiswa sebaiknya DO. Kalau masalah pribadi tidak apa-apa, tapi ini sudah menyeret nama lembaga (Politani Kupang) juga," tegasnya.

Siapakah Dosen Bergelar Doktor dan Tertangkap Berselingkuh dengan Mahasiswi di Dalam Kos-Kosan?

Usai Selingkuhi Mahasiswinya, Dosen Politani Kupang Mengaku Merasakan Hal Ini

Mahasiswa Politani Kupang lainnya, Kimon Takain mengatakan, apa yang dilakukan dosen itu merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Secara tidak langsung, lanjut Kimon, tindakan tersebut memberikan contoh yang buruk kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Politani.

Dirinya berharap, pihak kampus harus memberikan teguran keras dan memberikan sanksi indisipliner.

Jika tidak, kata Kimon, tidak ada efek jera dan dikhawatirkan kejadian yang sama bisa terulang kembali di waktu yang akan datang karena tidak ada penanganan yang serius oleh kampus. **

Editor: OMDSMY Novemy Leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved