Berita NTT Terkini

Polda NTT Dalami Kasus Dugaan Penipuan Tenaga Marketing

Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda NTT kini tengah mendalami kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh tenaga marketing

Polda NTT Dalami Kasus Dugaan Penipuan Tenaga Marketing
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Benediktus Sani (74) didampingi Hery F.F Batileo SH,MH saat akan memberi keterangan di Direskrimum Polda NTT pada Sabtu (12/1/2019) sore. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda NTT kini tengah mendalami kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh oknum staf Marketing Taspen Asa Kupang kepada nasabah BNI atas nama Benediktus Sani (74).

Kakek 74 tahun yang merupakan warga Jalan Hasanudin RT 25 RW 01 Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT ini tertipu ulah staf marketing Taspen Asa Kupang usai melakukan transaksi kredit di Bank BNI Atambua.

Benediktus yang didampingi kuasa hukum dari LBH Surya, Herry F.F Battileo, SH.MH telah membuat laporan polisi atas kasus ini pada Sabtu (12/1/2019) sore di Polda NTT.

Wadir Krimsus Polda NTT, AKBP Dominikus Yampormase, SH, MH, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di Mapolda NTT pada Senin (14/1/2019) siang membenarkan laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa kasus tersebut kini sedang ditangani oleh pihaknya.

“Untuk kasus ini sedang kita tangani, ini dalam penyelidikan dan kita baru memeriksa saksi karena laporan baru kita terima pada Sabtu kemarin,” ujarnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, kejadian dugaan penipuan dan penggelapan itu awalnya terjadi saat kakek 74 tahun itu dibujuk untuk difasilitasi melakukan pinjam melalui Taspen Asa Kupang di Bank BNI oleh tim marketing Taspen Asa Kupang, Ch U bersama rekannya GL  dan Pr L. Upaya bulus bujuk rayu itu bahkan tidak hanya dilakukan sekali hingga pihak Bank mencairkan pinjaman Rp 124 juta.

Namun yang terjadi kemudian, sisa uang di rekening miliknya tidak sesuai dengan jumlah seharusnya.

Pensiunan PNS Kecamatan Kota Kefamenanu lulusan SR yang merasa tak puas ini pun akhirnya ke kantor BNI Cabang Kefamenanu untuk memastikan transaksi atas rekeningnya. Setelah dilakukan print out transaksi, ternyata ditemukan sejumlah transaksi gelap dan pengalihan sejumlah dana miliknya.

Kepada wartawan pada Sabtu (12/1/2019), Benediktus menyatakan ia percaya saja awalnya kepada tim marketing Taspen Asa itu namun ia kaget ketika ia memeriksa rekeningnya, ia tidak lagi menemukan uang yang harusnya masih disana.

Kontraktor di Kupang Pinjam Rp 5,4 Miliar dari Niko Ladi

“Petugas di BNI Cabang Kefamenanu memberi penjelasan bahwa telah terjadi sejumlah transaksi yang ditransfer ke rekening pribadi Marketing Taspen Asa, Ch Uno sebesar Rp 3,5 juta dan Rp 10 juta. Sisa uang Rp 20 juta juga masih raib,” katanya. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved